|
|
|
|
|
|
Tari Janger Kedaton Tanggal 23 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Tari Janger Kedaton diperkirakan muncul sekitar tahun 1906. Pada awalnya, semua penarinya adalah laki-laki, namun kemudian berkembang dengan kelompok pria disebut Kecak dan kelompok wanita disebut Janger. Dahulu, tarian ini memiliki seorang pembawa acara yang disebut Dag. Pada awalnya, kesenian Janger ini berada di rumah I Gusti Ketut Raweg, tetapi kemudian dipindahkan ke Pura Luhuran Bingin yang diemong oleh Banjar Kedaton, menjadikannya sarana upacara pada pura tersebut. Hal ini terjadi berkat kesepakatan antara keluarga pemangku, keluarga I Gusti Ketut Raweg sebagai pendiri, dan masyarakat Banjar Kedaton sebagai pendukung.
Struktur tari Janger melibatkan kelompok penari pria yang dikenal sebagai Kecak dan kelompok penari wanita yang disebut Janger. Pada masa lalu, tarian ini juga menampilkan seorang "Dag" yang berfungsi sebagai pembawa acara atau pemimpin pertunjukan.
Tari Janger Kedaton memiliki berbagai fungsi, antara lain sebagai hiburan, sarana upacara di pura, presentasi estetis, media penyampaian pesan, peningkatan ekonomi, dan sarana integrasi antar anggota masyarakat desa. Meskipun merupakan tari tradisi kerakyatan dengan nilai-nilai budaya lama, tari Janger masih relevan dalam kehidupan masyarakat modern karena sifatnya yang luwes dan mudah beradaptasi.
Perubahan pada tari Janger disebabkan oleh pengaruh pariwisata, mengubah fungsinya dari hiburan masyarakat menjadi hiburan wisata. Perubahan lokasi pertunjukan dari rumah I Gusti Ketut Raweg ke Pura Luhuran Bingin juga menjadikan Janger Kedaton sebagai sarana upacara di pura tersebut pada setiap festival pura (odalan).
Untuk mempertahankan dan melestarikan tari Janger, para seniman menyelenggarakan latihan secara kontinu. Pemerintah melalui bidang terkait juga mengadakan pembinaan dengan mengikutsertakan tari Janger dalam perlombaan. Dukungan pendanaan berasal dari seka Janger, Banjar Kedaton, dan Yayasan Dana Bakti Luhur milik masyarakat Kedaton.
Sumber: https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/30421
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |