×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta

Asal Daerah

Condongcatur, Sleman, Yogyakarta

Candi Gebang

Tanggal 22 Jun 2026 oleh Budayawan . Revisi 4 oleh Kyas1 pada 15 Aug 2026.

Deskripsi

Candi Gebang terletak di Dusun Gebang, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Candi ini ditemukan pada tahun 1936 oleh warga setempat setelah penemuan arca Ganesha. Pemugaran dilakukan hingga tahun 1939. Dari komponen-komponen yang terdapat dalam candi berupa lingga, yoni, dan Ganesha, dapat dipastikan bahwa candi ini adalah peninggalan kebudayaan Hindu. Salah satu hal menarik dari candi ini adalah tidak ditemukannya tangga menuju bilik candi.

Lokasi

Candi Gebang terletak di Dusun Gebang, Wedomartani, Ngemplak, tak jauh dari Stadion Maguwoharjo.

Akses Menuju Lokasi

Untuk menuju ke situs ini disarankan menggunakan kendaraan pribadi karena akses angkutan umum tidak menjangkau lokasi. Rute yang dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi adalah Ringroad Condongcatur - Jogja Internasional Hospital - Perumahan Candi Indah - belok kiri - jembatan - gang pertama setelah jembatan, belok kanan - ikuti papan petunjuk ke arah candi - Candi Gebang.

Struktur & Bagian

Candi Gebang memiliki ukuran sekitar 5,25m x 5,25m dengan tinggi sekitar 8 meter. Puncaknya berbentuk Lingga dan candi ini menghadap ke arah matahari terbit.

  • Arca Ganesha: berada pada sisi sebelah barat
  • Arca Nandiswara: berada pada sisi pintu
  • Yoni: terdapat di ruangan Candi Gebang
  • Kudu: terdapat pada bagian atas candi, menunjukkan keterkaitan dengan Candi Bima di Dieng

Fungsi & Filosofi

Candi Gebang diperuntukkan untuk kegiatan spiritual. Berdasarkan ciri-ciri yang ada seperti adanya Lingga, arca Ganesha, arca Nandiswara, dan Yoni, Candi Gebang jelas memiliki karakter Candi Hindu.

Asal

Candi Gebang dibangun sekitar abad ke-8 Masehi, pada masa Kerajaan Mataram Kuno di bawah kekuasaan Wangsa Sanjaya. Meskipun demikian, latar belakang sejarah mengenai mengapa candi ini dibangun masih menjadi misteri karena saat ditemukan pada tahun 1936, candi ini sudah rata dengan tanah.

Sejarah Penemuan dan Rehabilitasi

Penemuan Candi Gebang berawal dari ditemukannya patung Ganesha oleh penduduk setempat pada bulan November 1936. Berdasarkan penemuan tersebut, para arkeolog melakukan penelitian yang mengarah pada penemuan candi. Setelah dipastikan keberadaannya, dilakukan penggalian, rekonstruksi, dan pemugaran antara tahun 1937 hingga 1939 di bawah pimpinan Van Romondt.

Struktur dan Bagian

  • Tubuh candi berdiri di atas kaki setinggi sekitar 2 m.
  • Pintu masuk ke ruangan dalam tubuh candi terletak di sisi timur.
  • Di kanan kiri pintu masuk terdapat relung tempat arca.
  • Relung utara terdapat arca Nandiswara.
  • Relung selatan dalam keadaan kosong, konon tadinya terdapat arca Mahakala.
  • Di sisi barat (belakang) terdapat relung yang diisi dengan Arca Ganesha yang duduk di atas sebuah yoni dengan belalai mengarah ke utara.
  • Di dalam tubuh candi terdapat ruangan dengan sebuah yoni dan lingga (lingga saat ini tidak di tempatnya).
  • Atap candi bersusun dengan puncak berbentuk lingga yang tegak di atas seroja.

Fungsi dan Filosofi

Ditilik dari keberadaan lingga, yoni, dan arca Ganesha, Candi Gebang dipastikan merupakan candi Hindu. Lingga dan yoni di dalam ruangan candi menunjukkan fungsinya sebagai tempat pemujaan Siwa. Keberadaan arca Ganesha juga memperkuat identitas kehinduan candi ini.

Sumber: https://www.yogyes.com/id/places/sleman/candi-gebang, https://sobatjogja.com/keindahan-candi-gebang-di-kerajaan-mataram-kuno, https://perpustakaan.tanahimpian.web.id/2012/12/candi-gebang-tahun-730-800-m.html

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

Candi Gebang — Produk Arsitektur, Condongcatur, Sleman, Yogyakarta · source

Motif Kain Ulos Surisuri Ganjang

DISKUSI


TERBARU


Lagu Selayang P...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Lagu Tradisional

Lagu Melayu yang bertajuk Selayang Pandang sangat tersohor tidak hanya di Indonesia namun di Malaysia dan Singapura merupakan ciptaan komposer tanah...

Hidangan Ketupa...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Ketupat

Selain bahan bakunya yang unik, Ketupat Kopau khususnya di Desa Okura juga dihidangkan dengan makanan pendamping yang unik pula. Ketupat dimakan deng...

Anyaman Ketupat...

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Anyaman Ketupat

Berbeda dari ketupat pada umumnya yang menggunakan daun kelapa, masyarakat Melayu Riau memiliki kearifan lokal unik berupa tradisi menganyam ketupat...

Tari Vaganza

Oleh Djatipratama | 23 Aug 2026.
Tari Vaganza

Tari Vaganza adalah sebuah pertunjukan tarian selamat datang yang berasal dari Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kata 'Vaganza' bermaksud pertunjukan be...

Situs Payak

Oleh Kyas1 | 20 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Situs Payak adalah salah satu lokasi wisata sejarah blusukan di Jogja yang belum banyak dikenal. Bentuknya menyerupai candi pendek dengan...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...