|
|
|
|
|
|
Tari Ngagah Harimau Tanggal 23 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Tari Ngagah Harimau berasal dari Desa Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci. Awal mula tarian ini dikisahkan dari adanya hubungan antara masyarakat Kerinci dan harimau. Seorang pemuda dahulu kala menikah dengan harimau dan memiliki putri bernama Sarimenanti, lalu menikah juga dengan gadis desa di Pulau Tengah. Pemuda tersebut melanggar janji di negeri harimau, sehingga para harimau menuntut pembayaran janji berupa kain 40 kayu warna hitam, putih, merah, serta emas setinggi tegak pemuda itu. Saat pembayaran janji ini, terbentuklah persaudaraan antara masyarakat Pulau Tengah dengan harimau. Oleh karena itu, jika ada harimau mati di hutan masyarakat Pulau Tengah, harus dihormati dengan cara mengagahnya, yang kemudian memunculkan Tari Ngagah Harimau.
Tarian ini dilakukan oleh 8 orang gadis Desa Pulau Tengah. Gerakan tari disertakan dengan gerakan silat pedang. Saat menari, harimau yang sudah mati diletakkan di hadapan para penari. Terkadang, penari atau penonton dapat kerasukan roh harimau, berteriak-teriak, dan berlagak seperti harimau, berguling-guling, serta mencakar tanah. Orang yang kerasukan biasanya memiliki hubungan dengan tiga harimau milik negeri (Pemangku Gunung Rayo, Hulubalang Tigo, dan Rintik Hujan Panas) atau harimau lain secara pribadi.
Penari memakai baju layaknya harimau yang memiliki belang. Beberapa peralatan disiapkan sebagai 'bayar bangun' kematian harimau: belang harimau diganti dengan tiga helai kain, taring diganti dengan keris telanjang, kuku diganti dengan pedang, ekor diganti dengan tombak (kujeu), mata diganti dengan benda berkilat atau kaca, dan suara digantikan dengan gong.
Asap kemenyan tercium dan gendang-gendang beserta gong mulai dimainkan sebagai iringan tarian.
Tari Ngagah Harimau dipercaya untuk mengagah harimau yang mati agar harimau lain tidak turun ke kampung dan memangsa manusia. Ini merupakan bagian dari ritual "bayar bangun" atau "utang lepas, tando kembali, silang sengketo tidak ado lagi, yang lain tidak mengganggu kembali" ketika harimau melanggar perjanjian. Harun Pasir, pencipta tari ini, mengubah ritual ini menjadi seni pertunjukan untuk melestarikan tradisi karena jarang ditemukan harimau mati lagi.
Sumber: https://www.jambiupdate.co/read/2018/11/03/64474/tari-ngagah-harimau-peraih-warisan-budaya-tak-benda-indonesia
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Tari Ngagah Harimau — Tarian, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |