|
|
|
|
|
|
Tari Pagar Pengantin Tanggal 27 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Tari Pagar Pengantin adalah tarian tradisional yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Tarian ini biasanya ditampilkan saat resepsi pernikahan sebagai simbol pelepasan masa lajang pengantin wanita dan perpisahannya dengan orang tua dan teman-teman, sekaligus menandakan masuknya ia ke dalam tanggung jawab seorang istri.
Struktur tarian ini dibagi menjadi tiga bagian: awal, inti, dan akhir.
Dalam pertunjukannya, mempelai wanita mengenakan tanggai di jari-jemarinya agar terlihat lentik saat menari. Tanggai ini melambangkan kebersamaan, seperti halnya jari-jemari tangan. Mempelai wanita menari di tengah nampan besar, yang dalam bahasa Palembang disebut dulang. Dulang ini umumnya berlapis emas dan berisi bunga-bunga berwarna-warni, melambangkan bunga teratai yang tidak akan tenggelam dalam keadaan pasang surut gelombang.
Tari Pagar Pengantin ditarikan di hadapan mempelai pria, secara bersama-sama dengan saudara perempuan atau penari lainnya, dengan jumlah 3, 5, atau 7 orang.
Tarian ini memiliki arti khusus yang melambangkan perpisahan pengantin wanita dengan masa remajanya, melepas masa lajang, dan berpisah dengan sahabat serta teman sepermainan. Ini juga merupakan tarian terakhir bagi mempelai putri, karena setelah menikah ia tidak diperbolehkan lagi menari di depan umum kecuali dengan izin suami. Gerakan-gerakan dalam tarian ini menegaskan bahwa setelah menikah, ruang gerak istri akan terbatas. Dulang agung keemasan yang digunakan merepresentasikan lingkaran kehidupan rumah tangga yang telah dimasuki sang istri, dan kehadiran mempelai pria menyaksikan tarian di tengah nampan melambangkan kesiapannya untuk menjaga istrinya. Meskipun di era modern tarian ini tidak selalu mengikuti pakem zaman dahulu, filosofinya sebagai simbol pelepasan lajang tetap dipertahankan.
Sumber: https://www.cintaindonesia.web.id/2018/07/tari-pagar-pengantin-tarian-tradisional.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Tari Pagar Pengantin — Tarian, Palembang, Sumatera Selatan · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |