|
|
|
|
|
|
Wayang Kulit Gedog Tanggal 28 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Wayang Kulit Gedog adalah bentuk pertunjukan wayang kulit yang mengacu pada konsep pakeliran ringkas. Pertunjukan ini diselenggarakan di Karaton Yogyakarta, khususnya di Kagungan Dalem Kamandungan Kidul, sebagai bagian dari peringatan tahun baru Jawa 1 Sura. Selain sebagai hiburan, pagelaran ini bertujuan untuk merenung, introspeksi diri, memperkuat nilai spiritual dan budaya, serta melestarikan warisan budaya. Setelah pagelaran, acara dilanjutkan dengan ritual tirakat tengah malam yaitu lampah ratri atau lampah mbisu.
Pagelaran Wayang Kulit Gedog dibawakan oleh seorang Dhalang bernama MB. Cermo Wignyoutomo. MC atau pembuka acara adalah abdi dalem bernama MB. Cermo Diwara. Abdi dalem lainnya, MW. Cermo Wiguno, menangani perbaikan dan pembuatan wayang kulit.
Lakon yang diusung dalam pagelaran ini adalah “Lampahan Jaya Berdangga”. Lakon ini dipilih karena kompleks dan kontekstual, mengajarkan perjuangan hidup, kesetiaan terhadap pasangan, mengedukasi masyarakat tentang proses produksi Gamelan, dan mengingatkan kembali konsep kesuburan tanah Jawa melalui tokoh Panji Asmara Bangun dan Dewi Sekartaji sebagai simbol lingga yoni, selaras dengan upaya Karaton Yogyakarta dalam Memayu Hayuning Bawana.
Sinopsis lakon ini menceritakan upaya penyamaran Raden Panji untuk memenuhi permintaan istrinya yang sedang mengandung, yaitu mendapatkan “Sari Swara Rengganing Jagad”. Tujuan utamanya adalah untuk masa depan, menyambung generasi penerus tahta Kerajaan Jenggala dan Kediri. Raden Panji menghadapi banyak godaan dan rintangan di Karaton Kediri karena ulah senopati dari berbagai negara seperti Lampung, Siak, Bugis, dan Goa yang menghalangi upayanya bahkan memberanikan diri meminang Dewi Sekartaji. Berkat kegigihan Raden Panji dalam penyamarannya, permintaan istrinya dapat terpenuhi bersamaan dengan lahirnya bayi laki-laki yang dikandung Dewi Sekartaji.
Pagelaran Wayang Kulit Gedog berfungsi sebagai sarana untuk merenung, introspeksi diri, memperkuat nilai-nilai spiritual dan budaya, serta melestarikan warisan budaya bangsa. Audiens diajak meresapi ajaran-ajaran luhur yang terkandung dalam tuntunan kehidupan. Acara ini juga menjadi refleksi budaya yang khidmat, tempat masa lalu adiluhung dan masa kini yang dinamis saling bernegosiasi.
Pertunjukan Wayang Kulit Gedog diadakan di Kagungan Dalem Kamandungan Kidul, Karaton Yogyakarta.
Sumber: https://borobudurwriters.id/kronik-budaya-dan-sejarah/peringati-tahun-baru-jawa-1-sura-be-1960-karaton-yogyakarta-gelar-wayang-kulit-gedog
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |