|
|
|
|
|
|
Wayang Tavip Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Wayang Tavip merupakan inovasi dalam seni pewayangan yang diciptakan oleh Muhammad Tavip, seorang Dosen ISBI Bandung. Wayang ini dibuat dari bahan dasar sampah plastik, yang terus berkembang dari bentuk 2D menjadi 3D. Bentuk karakter Wayang Tavip khas dan unik, memadukan seni tradisional dengan inovasi. Pada mulanya, konsep Wayang Tavip 2D terinspirasi dari wayang kulit dengan mengedepankan bayangan yang berwarna ketika disorot cahaya, berbeda dengan wayang kulit yang bayangannya hitam. Kemudian dikembangkan menjadi versi 3D yang tidak mengandalkan bayangan, melainkan bentuk menyerupai manusia seperti wayang golek.
Wayang Tavip secara umum terbuat dari plastik bekas. Untuk versi 3D, botol plastik bekas air kemasan dipotong menggunakan cutter, direkatkan menggunakan solder, dan disambung pada bagian tertentu dengan bambu seukuran jari. Wajah diberi warna dan dilukis, sementara rambut menggunakan plastik bubble wrap. Setelah jadi, dibungkus potongan kain perca sebagai baju. Untuk versi 2D, plastik dilukis menggunakan spidol atau diprint dengan tinta laser transparan agar bayangan yang dihasilkan tetap berwarna. Jenis plastik yang digunakan antara lain bekas jilid buku dan botol air kemasan. Botol plastik bekas diolah dengan cara dipotong, disetrika agar datar, kemudian dibentuk menjadi karakter wayang. Tekstur pada botol plastik akan memunculkan bayangan yang unik untuk wayang Tavip 2D.
Ide Wayang Tavip berawal dari tugas akhir Pascasarjana Muhammad Tavip di ISI Surakarta pada tahun 2010, di mana ia membuat wayang dari bahan plastik. Dosen pembimbingnya, Nano Riantiarno, menyarankan agar karyanya dijadikan tugas akhir. Awalnya berjudul "pemanfaatan botol plastik dijadikan wayang", namun kemudian diberi nama "Wayang Tavip" setelah disetujui oleh dosen pembimbing. Inspirasi pembuatan wayang plastik ini juga berasal dari kolaborasi Tavip dengan seniman Herry Dim sejak 1993 dalam mengolah bayangan.
Penamaan Wayang Tavip selain dari nama penciptanya, Muhammad Tavip, juga memiliki makna lain yang disetujui oleh Prof. Sri Hastanto. Nama Tavip dihubungkan dengan akronim Tahoen Vivere Pericoloso (Tavip) yang dipopulerkan Presiden Soekarno pada tahun 1964, yang artinya "Tahun menyerempet bahaya". Tahun tersebut juga bertepatan dengan lahirnya Muhammad Tavip pada 27 Oktober, dan dihubungkan dengan tragedi G30S. Makna ini juga berkaitan dengan tema yang diangkat untuk anak-anak, yaitu "ruang bermain yang menyerempet bahaya", untuk memerangi ancaman globalisasi dan gawai. Selain itu, penggunaan sampah plastik sebagai bahan utama Wayang Tavip adalah upaya daur ulang dan inspirasi untuk mengatasi masalah lingkungan.
Sumber: https://www.ayojelajah.id/seni-budaya/08177592/hikayat-wayang-tavip-inovasi-wayang-dari-sampah-plastik
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Wayang Tavip — Seni Pertunjukan, Bandung · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |