×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Mitos/ Kepercayaan Masyarakat

Elemen Budaya

Makanan Minuman

Provinsi

Sumatera Utara

Asal Daerah

Medan (Batak)

Budaya Manurduk Dayok Na Binatur

Tanggal 05 Aug 2018 oleh Oskm18_19718100_Grace Olivia.

Bagi kebanyakan orang batak, khususnya Batak Simalungun, Budaya Manurduk Dayok Na Binatur sudah tidak asing lagi. Budaya ini sudah turun-temurun yang dilakukan orang Batak yang sudah menjadi tradisi khas hingga saat ini. Budaya Manurduk ini adalah sebuah tradisi dimana orang yang lebih tua memberikan sebuah Dayok Na Binatur (ayam yang diatur kembali) kepada orang yang lebih muda atau anaknya. Dayok na binatur sendiri adalah masakan khas Batak Simalungun yang dimasak menggunakan rempah-rempah asli Simalungun. 

Dayok nabinatur biasanya di Surdukkan (diberikan) kepada seseorang (sekelompok orang) sebagai bentuk/wujud terima kasih dan raya syukur serta doa agar yang menerima diberikan kesehatan oleh Tuhan,  memiliki “keteraturan” di dalam kehidupan,  dan memiliki semangat dalam menjalaninya. Dalam proses memberikan Dayok Nabinatur ini sering di sebutkan kata kata seperti, “Sai andohar ma songon paratur ni Dayok Nabianur On….” yang artinya semoga seperti keteraturan dari ayam yang diatur ini….”

Sesuai namanya Dayok Nabinatur, tentunya Makanan ini merupakan Olahan makanan yang terdiri dari Daging Ayam yang diolah dengan berbagai jenis rempah/bumbu, Biasanya Ayam yang digunakan adalah Ayam Jantan Kampung , Ayam jantan sebagai simbol dari kegagahan, kekuatan, semangat , kerja keras, pantang menyerah dan kewibawaan.

Image result for manurduk dayok nabinatur

Pada umumnya Dayok Nabinatur diolah dalam dua proses memasak, yaitu Dipanggang dan juga Digulai (Ilompah). Berikut ini adalah Resep Cara Membuat Masakan Dayok Nabinatur Khas Simalungun.


Bahan-bahan / Bumbu  :
1. Ayam Kampung 1 kor
2. Sikkam/Holat  (Kulit batang daun salam)
3. Kelapa parut 1 buah
4. Lengkuas 2 cm
5. Jahe 1 cm
6. Serai 5 batang
7. Bawang merah 5 siung
6. Bawang putih 2 siung
7. Daun salam secukupnya
8. Lada secukupnya
9. Cabe merah/rawit secukupnya
10.Darah ayam yang di sisihkan (jika tidak bisaa menggunakan darah, cukup dengan santan yang dicampur dengan perasan sikkam)

Cara Membuat :
A. Untuk Ayam
1. Setelah ayam disembelih, bagian ayam dipotong sesuai dengan susunan bagian tubuh ayam
2. Ambil daging pada bagian dada ayam (untuk di cincang halus jadi Hinasumba),sisihkan
3. Haluskan semua bumbu-bumbu (lengkuas,jahe,bawang merah,bawang putih,lada)kecuali serai cukup memarkan saja.
4. Tumis bumbu yang telah di haluskan ,batang serai dan daun salam di dalam kuali kemudian masukkan potongan daging ayam besrta bagian dalamnya yang telah di bersihkan.
5. Tunggu kurang lebih 10 menit(setengah matang),kemudian masukkan kelapa parut yang sudah di sangrai terlebih dahulu.Biarkan selama  30 menit sampai ayamnya matang,lalu angkat.

 


Dayok nabinatur juga dipadukan dengan makahan khas simalungun yang lain yaitu Hinasumba, yaitu Makanan yang terbuat dari Olahan daging ayam yang dicincang dan diramu dengan bumbu/rempah.

Biasanya, tradisi ini dilakukan saat ada acara adat istiadat bagi orang-orang Batak Simalungun. Baik pada acara perkawinan, selamatan, ulang tahun, maupun acara keluarga lainnya, seperti acara memberangkatkan anak maupun sanak saudara  yang akan bekerja, sekolah, atau merantau.

Image result for manurduk dayok nabinatur

Tujuan dari budaya manurduk tersebut, adalah diharapkan orang yang menerimanya akan tambah semangat dalam menjalani hari-harinya, tetap teguh dalam kerjanya dan tetap ingat keluarga/famili walaupun di mana berada. Tujuan lainnya adalah agar yang menerima dayok nabinatur, sehat-sehat selama di perjalanan dan sampai nanti tiba di tempat tujuannya.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan untuk kita para anak generasi Bangsa Indonesia marilah kita jangan malu dengan budaya sendiri dan terus mau melestarikan semua budaya di negeri kita tercinta Indonesia!

sumber gambar dan resep : google.com

#OSKMITB2018

 

 

DISKUSI


TERBARU


Candi Miri: Pen...

Oleh Kianasarayu | 02 Apr 2026.
Candi

Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan a...

Babi Panggang K...

Oleh Kianasarayu | 02 Apr 2026.
Kuliner

Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK)...

Batik Kamoro: M...

Oleh Kianasarayu | 02 Apr 2026.
Motif Batik

Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan ma...

Dendam Rajo san...

Oleh Mahlil Azmi | 01 Apr 2026.
dongen/cerita Rakyat

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai da...

Candi Miri: Pen...

Oleh Kianasarayu | 01 Apr 2026.
Candi

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai penjaga rum...