×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

dongen/cerita Rakyat

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Asal Daerah

Aceh barat daya

Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih

Tanggal 01 Apr 2026 oleh Mahlil Azmi. Revisi 7 oleh Mahlil Azmi pada 01 Apr 2026.

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun, ayahnya, Uda Bintang, tak sengaja melihat batas tanah ladangnya telah dipatok oleh seseorang dari kampungnya bernama Pak Laot seorang yang dikenal jahat, angkuh, dan tamak. Suatu hari, Uda Bintang menegur dengan nada lembut, “Ini tanah saya, dari dulu,” katanya dengan suara tertahan.Pak Laot tersenyum sinis. “Kalau ada bukti, tunjukkan. Kalau tidak… jangan mengaku-ngaku.”Ucapan itu seperti menyiram api dengan minyak. Namun Uda Bintang memilih diam. Ia tahu, melawan Pak Laot berarti mencari masalah besar. Ia pun pulang dengan wajah muram. Di rumah, Rajo yang sudah beranjak dewasa langsung menyadari perubahan itu. “Ayah kenapa?” tanyanya.“Tidak apa-apa… hanya soal tanah,” jawab ayahnya singkat. Namun Rajo tahu, itu bukan hal sepele. Hari-hari berikutnya, batas tanah itu semakin bergeser.Pak Laot diam-diam memperluas lahannya. Hingga beberapa bulan kemudian, di suatu pagi yang masih diselimuti kabut tipis…Uda Bintang kembali ke ladangnya seperti biasa.  Namun langkahnya terhenti. Matanya terbelalak melihat kenyataan di hadapannya sebagian besar pohon pala yang selama ini ia rawat dengan penuh kesabaran telah ditebang begitu saja. Batang-batangnya tergeletak, daun-daunnya layu, seolah ikut merasakan kezaliman yang terjadi. Dada Uda Bintang naik turun menahan amarah. Tangan tuanya mengepal, gemetar antara sedih dan marah. Kesabaran yang selama ini ia jaga, perlahan runtuh. “Ini pasti ulah Pak Laot…” gumamnya lirih, namun penuh tekanan. Dengan hati yang berkecamuk, ia berniat menuntut keadilan kepada penghulu desa.Namun semua orang tahu, langkah itu hampir sia-sia. Pak Laot bukan hanya terkenal kejam, tapi juga berkuasa. Hartanya banyak, anak buahnya setia, dan pengaruhnya menjangkau hampir seluruh desa.Meski begitu, Uda Bintang bukan orang yang mudah menyerah. Dengan langkah berat namun penuh tekad, ia tetap mendatangi rumah penghulu desa. Beberapa warga hanya bisa memandang iba, sebagian lagi memilih diam takut terseret masalah. Di hadapan penghulu, Uda Bintang menyampaikan semuanya. Suaranya bergetar, bukan karena takut, tetapi karena menahan luka yang dalam. Tetapi penghulu hanya dia karena takut sebab pak laot itu orang nekat menghalalkan segala "Bintang ini khusus yang sama terjadi pada warga kita tetapi hampir seluruh desa tidak berani padanya, ungkap penghulu dengan lirih" Engkau sebagai penghulu seharusnya itu tanggung jawabmu tetapi mengapa kau tidak berani dengannya?"jawab pak bintang Dengan sedikit amarah "Maafkan Aku tau bintang sudah bnyak cara aku lakukan oleh penghulu sebelumnya tetapi mereka di culik bahkan nyawa mereka tidak terselamatkan, masyarakat tidak ada yang berani dengannya" sambil memegang pundak pak bintang "Yasudah aku pamit penghulu" ungkap pak bintang dengan kesal. Keesokan harinya pak bintang Dengan rajo memeriksa kondisi ladangnya tak berselang lama mereka dihampiri oleh pak laot diladang dengan sombongnya pak laot berkata: "Hai bintang kau hanya orang miskin tak pantas melawanku" sambil ketawa Pak bintang diam saja dan tak membalas sedikitpun tentang ocehan tersebut tetapi Rajo menahan emosi karena ayahnya dihinaTetapi ocehan terus berlanjut membuat rajo timbul amarah yang membara di saat pak laot menghina ibunya "Hai bintang kenapa diam saja, aku akan berikan tanah ini untukmu asal kau bawakan istrimu kerumahku" ungkap pak laot semakin ketawa  Amarah Rajo mulai membara Tampa berfikir panjang dengan parang di tangan menghampiri pak laot "Takkkkkkkk" tangan pak laot putus "Ahhhhhhh" teriak pak laot menjerit kesakitan "Apa yang kau lakukan Rajo" saut ayahnya panik dan pak laot pun lari meminta tolong, tetapi sialnya ditengah jalan mereka di hadang oleh sekumpulan anak buah pak laot yang berjumlah 5 orang termasuk anak dari pak laot. Disaat baku hantam dan membela diri pak bintang tak sengaja membunuh anaknya pak laot karena menyelamatkan Rajo dari para anak buahnya pak laot. karena kalah jumlah akhirnya pak bintang gugur dan Rajo pun terpaksa lari ke dalam hutan  "Ayahhhhhhhhh" ungkap Rajo "Lari nak nak" ungkap pak bintang disaat sekarat Dirumah sang istri buk nyak bulan tiba tiba rasa tidak enak hati karena suami dan anaknya belum pulang padahal hari sudah sore hari dengan berat hati sang ibu menyusul tetapi adiknya bernama nyak puteh meminta ikut. Sesampai di ladang alangkah terkejutnya sambil menangis berteriak melihat mayat suaminya sedang di seret oleh anak buah pak laot. Akhirnya sang ibu pingsan tetapi adiknya terus memanggil ayahnyaAyahhhh!” teriak Nyak Puteh menangis. Dikarenakan takut ketahuan warga pak laot menyuruh anak buahnya membunuh ibu dan adik RajoTetapi Rajo tidak bisa berbuat apa apa hanya bisa menangis melihat dari semak atas bukit hutan  keluarganya dibunuh secara tragis. Rasa menyesal pun muncul dipikiran Rajo "Andai saya menahan emosi pasti tidak begini jadinya" sambil menangis histeris.  Malampun tiba Rajo menaiki bukit hingga sampai ke gunung Alue laseh dan tidur dengan perut kondisi perut laparPagi pun muncul tiba tiba terbangun di sebuah rumah gubuk tua "Dimana ini?" Bertanya tanya Disela kebingungan datang lah seorang kakek yang sangat tua berumur sekitar 100 tahun dengan aura menakutkan sambil berkata: "Saya kasihan melihat kamu terluka, pingsan lalu saya bawa kesini, kamu pasti lapar bangunlah" kata kakek tua tersebut  Badan terasa sakit sekali dengan luka berdarah hampir kering lalu bangun dan Rajo pun bertanya  "Terimakasih kek, Maaf kek saya dimana? Dan kakek ini siapa?" Ungkap Rajo "Saya Atok Alang dan nama kampung ini adalah desa negeri antara" ungkap Atok Alang dengan suara bergema Disaat selesai makan Rajo menceritakan tentang apa yang terjadi pada keluarganya hingga ia lari ke gunung Alue laseh hingga akhirnya sampai disini. Beberapa bulan kemudian Rajo susah terbiasa hidup di negeri antara menjadi murid kesayangan Atok Alang berlatih silat Tetapi dendam tersebut masih membara dalam hati Rajo, walaupun demikian Rajo tidak akan ceroboh yang kedua kalinya, dia akan tetap membalaskan dendam dengan strategi yang matang agar membalasnya tidak sia sia. Atok Alang sangat puas dengan kemajuan murid kesayangan dan yang pastinya dia tak akan gagal yang kedua kalinya disaat Atok Alang ingin menjadikan murid dua pemuda yang dulu pernah tersesat dikampungnya yang bernama mahlil dan Jupri akan tetapi mereka kabur karena ulah Putroe aloh, dan akan berjanji pada dirinya sendiri akan mengawasi si Rajo dari nenek tua yang bernama Putroe aloh walaupun putroe aloh mengetahui tamu tersebut yang berada di rumah Atok Alang. Setahun kemudian di malam tersebut Rajo terus bermimpi seekor harimau putih besar selalu hadir dalam mimpinya dengan penuh amarah, dikarenakan mimpi tersebut berulang ulang maka Rajo menceritakan semua mimpinya itu "Kek, aku selalu bermimpi harimau putih setiap malam" lirih Rajo penasaran "Harimau putih itu adalah kamu sendiri"ungkap Atok Alang Rajo bertambah bingung disaat mendengar jawaban sang kakek lalu lanjutkan menjelaskan mimpinya itu "Tapi kenapa marah seakan bumi ikut bersalah padanya" lirih Rajo "Karena dendammu itu harus dilepas atau membalas maka kamu akan tenang" ungkap Atok Alang  "Aku tahu maksud kakek, saya tidak akan melepaskan mereka satupun aku akan membalaskan dendam ku" Sambil mengigat keluarganya dibantai Karena ingatan tersebut Rajo kembali marah dengan dendam yang membara hingga pada malam itu juga terjadi Trak truk Trak truk Suara tulang berubah posisi dan membesar hingga akhirnya  RaRrrraumm Si Rajo berubah menjadi seorang harimau putih besar lebih besar ganas dari harimau Atok Alang. Atok Alang tersenyum melihat anak muridnya mewarisi ilmunya Keesokan Rajo meminta berpamitan pada gurunya yaitu Atok alang dan Atok Alang menjelaskan semua hal tentang ilmunya tersebut sebelum melepaskan muridnya ke luar atau ke dunia nyata "Kau boleh pulang, tapi ingat apa yang kuwarisi akan turun ke anak anakmu kecuali kau memakan manusia maka kau akan menjadi harimau selamanya " ungkap Atok dengan tegas"Baik kek, aku tidak peduli dengan pantangan walaupun aku harus mati asal dendamku terbalaskan" ungkap Rajo "Ingat, kau berubah dimalam hari saja, siang menjadi manusia biasa tetapi jangan pernah melihat ke atas kening manusia, tetap menunduk jika tidak kau akan berubah menjadi harimau" tegas Atok Alang  Beberapa hari kemudian Rajo kembali ke kampung halamannya tetapi tak seorangpun tau kedatangan kecuali teman kecilnya yang bernama Amin  "Rajooooo? Kaukah?" Lirih amin "Iya min aku Rajo, jngan berisik aku takut nanti didengar oleh pak laot dan anak buahnya" lirih Rajo " Anakbuahnya dua masuk penjara satunya kabur keluar kota ikut pak laot karena kasus itu tetapi entah kenapa dia tidak di penjaraMalahan dia masih hidup tenang di sana" lirih amin "Oe dikota mana emang mereka tinggal min? Tanya Rajo "Di kota naga desa lama kata orang sini tapi dengar mau pulang kampung juga katanya, eh kok kita berbicara kamu engak liat aku" jawab amin "Aku sakit mata min jadi silau, aku permisi dulu min" ungkap Rajo"Iya hati hati Rajo" ungkap amin Selama beberapa hari, ia bersembunyi di hutan dekat desa, Mengawasi pergerakan orang-orang Pak Laot yang tersisa. Dari kejauhan, ia melihat rumah besar Pak Laot kini lebih sepi, Namun tetap dijaga. Kali ini dia tahan agar tidak ceroboh dalam melakukan tindakan dan fokus mencari dua target yang menghabisi keluarganya dulu walaupun sudah lama tetapi wajahnya pasti tidak akan asing. Ketika beberapa hari kemudian malam itu pun tiba, bulan tertutup awan hingga Gelap… sunyi… sempurna. Tubuh Rajo mulai bergetar. Trak… trak…Tulang-tulangnya bergeser. Ototnya membesar. Dalam hitungan detik RAAAAAUUMMMMM! Seekor harimau putih besar muncul dari balik kegelapan.Matanya menyala… penuh dendam.Dua penjaga tidak menyadari apa yang mendekat. Hanya suara dedaunan yang bergeser perlahan…Satu langkah…Dua langkah… SRRAAKKK! Dalam sekejap, salah satu penjaga diterkam.Tidak sempat berteriak.Yang satu lagi membeku.“A-apa itu?!”Belum sempat lari—BRUAK!Tubuhnya terpental, terkena cakaran sang harimau dengan tragis Keesokan paginya… Desa gempar.. Dua penjaga ditemukan tewas dengan luka mengerikan.Tak ada yang tahu pelakunya.Sebagian warga mulai berbisik: “Ini bukan manusia…”“Ini… sepetinya seranggan harimau tetapi kenapa setragis itu… ”Pak Laot mendengar kabar anak buahnya mati sangat mengenaskan mulai gelisah dan marah dan dengan penasaran dia balik kampung lebih awal agar menyusut tuntas pelaku yang membunuh dua anak buahnya. Di dalam hutan, Rajo kembali menjadi manusia.Napasnya berat. Tubuhnya penuh darah.Ia terduduk… menatap tangannya.“tinggal di tua itu aku akan membunuhnya”Namun di dalam hatinya, ada sesuatu yang bergerak…Bukan hanya dendam.Tapi juga kenikmatan dalam membunuh. Ia teringat pesan Atok Alang: “Jangan memakan manusia…” Rajo menggertakkan giginya.“Aku masih mengendalikan ini…” Beberapa hari kemudian ia mendengar kabar bahwa pak laot sudah sampai ke desa tersebut dengan menahan sedikit amarah dia sabar menunggu malam yang tepat. Malam pun tiba tepat malam Rabu Di kejauhan, Pak Laot berdiri di dalam rumahnya.Tangannya yang kini buntung dibalut kain. Matanya merah penuh amarah. “Cari dia… hidup atau mati!” Namun ia tidak tahu…Di atas atap rumahnya Sepasang mata bersinar dalam gelap.Rajo… sudah semakin dekat. Seketika merekapun saling berhadapanDengan rasa sombong pak laot berkata "Oh rupanya kau masih hidup, bangsat kali ini aku tidak akan melepaskanmu" kata pak laot dengan amarahnya Tetapi dia tidak tau dengan siapa dia ia berhadapan, dengan amarah yang membara  Rajo menganas tiba tiba berubah menjadi harimau putih yang besar dan ganas "Apaaaa? Tidak mungkin, tolong tolong" lirih pak laot ketakutan  "Graunmmmm Krak Krak" Sang harimau putih tersebut dengan buas tak terkendali memakan hingga putus kepala pak laot Tampa rasa penyesalan sedikitpun Pak laot pun matii... Ketika puas membalas dendam harimau pun kembali ke gunung ketika itu Rajo baru sadar dia telah memakan dan menelan tulang dan daging pak laot, walaupun akhirnya sang Rajo tidak bisa kembali ke wujud aslinya sebagai manusia dia, namun dia sudah rela karena dendamnya terbalaskan walaupun akhirnya menjadi penghuni gunung Alue laseh...

DISKUSI


TERBARU


Dendam Rajo san...

Oleh Mahlil Azmi | 01 Apr 2026.
dongen/cerita Rakyat

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai da...

Candi Miri: Pen...

Oleh Kianasarayu | 01 Apr 2026.
Candi

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot...

Bekam Bali

Oleh Marco20 | 19 Feb 2026.
Budaya

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini di...

Negeri antara:...

Oleh Mahlil Azmi | 05 Feb 2026.
Dongeng

Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman b...

Genggong

Oleh Yogaxd | 24 Dec 2025.
Alat Musik Tradisional

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pel...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai penjaga rum...