×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Provinsi

Nusa Tenggara Timur

Asal Daerah

Sabu Raijua

Henge'do

Tanggal 26 Nov 2018 oleh Hamzahmutaqinf .

Masyarakat Sabu Raijua di Nusa Tenggara Timur memiliki tradisi mencium yang mungkin tidak dimiliki oleh budaya lain. Menurut penelitian Guru Besar Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Prof Dr Felysianus Sanga MPd saat ini ada makna 22 ciuman yang sudah menjadi budaya masyarakat Sabu Raijua.

"Makna 22 ciuman itu merupakan budaya masyarakat Sabu Raijua, namun masing-masing ciuman memiliki makna sendiri-sendiri," katanya di Kupang, Kamis (27/4/2017), saat menyampaikan "Makna Budaya Adat dan Beradaban" pada Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-53 di Lapas Penfui Kupang.

Ia mengatakan tradisi mencium bagi masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua memiliki makna tersendiri dan dilakukan kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja.

"Mencium hidung sama dengan menyapa orang lain," ujar Felysianus.

Tradisi mencium tersebut dalam bahasa setempat disebut Henge'do, dan biasa dilakukan oleh masyarakat Sabu dikala menyambut atau bertemu dengan seseorang.

Tradisi ini memiliki makna yang dalam, sebagai bentuk keakraban dan memiliki rasa keterikatan antara satu dengan yang lainnya sebagai satu saudara.

Ia menjelaskan, hidung adalah alat pernapasan yang bermakna kehidupan. Dengan menanamkan filosofi tersebut, masyarakat Sabu Raijua memaknai tradisi tersebut sebagai unsur yang bisa menghidupkan rasa kekeluargaan antara satu dengan yang lainnya, sekalipun baru pertama kali bertemu.

Henge'do atau tradisi mencium hidung ini dilakukan tanpa memandang jenis kelamin, status, strata sosial serta usia. Selain sebagai tanda persaudaraan, tradisi mencium hidung juga sebagai tanda penghormatan terhadap yang lebih tua sebagai tanda kejujuran.

Tradisi ini kemudian menular dan berkembang hampir ke seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu bentuk persaudaraan yang tulus.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh profesor budaya asal Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur itu, ada 22 ciuman yang dilakukan oleh masyarakat Sabu Raijua yang memiliki makna berbeda-beda.

Selain meneliti budaya cium hidung bagi masyarakat Sabu Raijua, Prof Felysianus Sanga juga meneliti motif kain tenun ikat suku Sabu Raijua yang terdiri dari 56 motif, seperti diberitakan Antara.

Sumber:

https://tirto.id/bagi-masyarakat-sabu-ntt-cium-hidung-itu-menyapa-orang-lain-cnzj

DISKUSI


TERBARU


Kantor Fungsion...

Oleh Cutome | 10 Sep 2026.
Cs Tunaiku

Kantor Fungsional Tunaiku, Cs 0838-523-33326, 08516-888-1379 Gedung Multika, Jl. Mampang Prpt. Raya No.71-73, Tegal Parang, Kec. Mampang Prpt., Kota...

Pisang Goreng B...

Oleh Kyas1 | 10 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Pisang Goreng Belanda adalah camilan tradisional yang sangat populer di Makassar. Kelezatan pisang goreng ini terletak pada kombinasi tek...

Pinang Muda

Oleh Kyas1 | 10 Sep 2026.
Pengobatan dan Kesehatan

Deskripsi Buah pinang muda, atau Areca catechu, memiliki getah berwarna merah dan rasa yang sangat sepat. Buah ini dikenal sebagai obat keras warisa...

Sanggara Baka

Oleh Kyas1 | 10 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Sanggara Baka adalah hidangan khas Bugis berupa sukun goreng yang disajikan dengan dicocol sambal terasi. Kombinasi rasa pedas dan wangi s...

Sanggara Pepe

Oleh Kyas1 | 10 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Sanggara Pepe adalah hidangan khas yang melibatkan pisang goreng yang disajikan dengan sambal, sebuah kombinasi yang mungkin terasa asing...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...