×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Kain Tradisional

Elemen Budaya

Motif Kain

Provinsi

Sulawesi Utara

Asal Daerah

Minahasa

Kain Tenun Pinawetengan

Tanggal 21 Aug 2015 oleh Oase .

Bagi masyarakat Minahasa, Pinawetengan bukan hanya sekadar seonggok batu yang tidak bermakna, batu besar yang ditemukan di dataran tinggi (tonduraken) ini merupakan titik awal dari kebudayaan Minahasa. Di batu besar itulah, leluhur dari berbagai sub etnis Minahasa berikrar untuk bersatu, dan menuliskannya pada batu dalam bentuk gambar dan guratan-guratan.

Setelah ditemukan pada 1888, gambar dan guratan-guratan yang ada pada Watu Pinawetengan kemudian diaplikasikan ke dalam berbagai media sebagai ciri khas Minahasa, salah satunya pada media kain tenun. Hal ini dilakukan tentu untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur yang terkandung pada gambar dan guratan-guratan Watu Pinawetengan.

Proses pembuatan kain tenun Pinawetengan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama yang dilakukan adalah dengan penkloasan benang, pembidangan, dan pembuatan pola. Pola yang sudah dibuat kemudian ditutup dengan cara diikat menggunakan tali rafia.

 
Pola yang terbentuk pada benang menjadi motif yang menyerupai beberapa guratan dan gambar di Watu Pinawetengan. Motif tersebut antara lain, motif Karema, Lumi’muut, dan Toar. Ketiga gambar ini merupakan representasi dari leluhur Minahasa. Uniknya gambar tersebut juga ditemukan di Gua Angano, Filipina. Selain itu, terdapat juga motif Lingkan Wene, yaitu motif yang menggambarkan dewi kesuburan, dan motif toar waktu masih bayi, motif ikan yang menunjukkan musim tertentu.

Setelah pola sudah terbentuk pada benang, benang tersebut kemudian masuk ke tahap pewarnaan. Tahap selanjutnya adalah dengan melakukan pengginciran dan pemaletan benang. Setelah itu barulah benang yang sudah diwarnai dimasukan ke dalam alat tenun ikat untuk disatukan menjadi kain tenun yang indah.

Untuk menghasilkan benang yang sudah terbentuk pola, para pengrajin kain tenun bisa menghabiskan waktu pengerjaan selama tiga minggu hingga satu bulan. Kemudian ketika masuk ke dalam proses penyatuan benang pada alat tenun ikat, para pengrajin bisa menghasilkan satu meter kain tenun per harinya.
 
Secara umum terdapat 4 jenis kain Pinawetengan, yaitu kain polyster, sifon, sutera, dan tenun. Perbedaan keempat jenis kain tersebut terletak pada benang yang digunakan. Perbedaan benang inilah yang mempengaruhi harga jual ke-empat jenis kain Pinawetengan.
 
Satu pangkal kain tenun mempunyai panjang dua meter seperempat, satu meter kain tenun biasa dijual dua ratus ribu. Beda dengan kain songket, kain songket satu meter satu juta. Kain songket lebih mahal karena menggunakan benang sutera yang bahan bakunya langsung dipasok dari Bali.

 

 

Sumber: http://www.indonesiakaya.com/kanal/detail/guratan-pada-batu-menginpirasi-lahirnya-kain-tenun-pinawetengan

DISKUSI


TERBARU


Sulukan Wayang...

Oleh Kyas1 | 08 Oct 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Penelitian ini bertujuan untuk mencari penjelasan tentang ragam sulukan wayang kulit purwa gaya Yogyakarta versi Timbul Hadi Prayitno, Had...

Musik Liturgi I...

Oleh Kyas1 | 08 Oct 2026.
Musik dan Lagu

Deskripsi Musik liturgi inkulturatif adalah praktik penggunaan musik yang menggabungkan unsur-unsur budaya lokal dalam perayaan liturgi Katolik. Di...

Kereta Singo Ba...

Oleh Kyas1 | 08 Oct 2026.
Alat Musik

Deskripsi Kereta Singo Barong merupakan salah satu objek seni yang tersimpan di Museum Kasepuhan Cirebon. Objek ini mengalami perubahan makna seirin...

Prasasti Kakuru...

Oleh Kyas1 | 07 Oct 2026.
Naskah Kuno dan Prasasti

Deskripsi Fisik Prasasti Kakurugan adalah sebuah tulisan Jawa Kuno. Isi/Kandungan Prasasti ini membahas tentang peran pendekar pada masa Pemerinta...

Gulai Kuning Ik...

Oleh Kyas1 | 07 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Gulai kuning ikan patin adalah hidangan kuliner Nusantara yang terkenal dengan aroma gurih kuah kaya rempah. Hidangan ini memadukan daging...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...