|
|
|
|
|
|
Kampung Adat Ruteng Pu'u Tanggal 17 Nov 2018 oleh Deni Andrian. |
Kampung tradisional Ruteng Pu’u terletak di Kelurahan Golo Dukal, merupakan desa tua dengan halaman bundar yang dikelilingi batu tersusun rapi dan di tengah kampung terdapat Compang (mezbah/altar) sebagai tempat peletakan persembahan saat upacara adat.
Mbaru gendang, rumah tempat tinggal setiap klen dan tempat menyimpan gong dan gendang terletak ditengah kampung. Dikelilingi pepohonan rindang (haju Ruteng) sehingga nenek moyang menamainya Beo Ruteng Pu’u. Tiga sumber air mengapitnya yakni, Wae Lideng, Wae Moro, dan Wae Namut.
Dulu nenek moyang orang Manggarai tinggal di dalam gua dan di bawah pohon-pohon besar. Setelah membuat rumah, mereka menamainya “Mbau ru (rumah sendiri) yang artinya rumah karya sendiri. Konon, Selama berlangsungnya pekerjaan menyusun batu mengelilingi halaman atau compang, diharapkan agar tidak boleh bersuara.
Apabila tengah berlangsung pekerjaan, tiba-tiba ada suara manusia / bunyi-bunyian lain, maka pekerjaan itu tidak dapat dilanjutkan. Setiap ada masalah harus disaksikan bersama-sama dan diselesaikan secara bersama-sama. Ruteng Pu’u merupakan sebuah tempat bermusyawarah dalam mengambil keputusan sambil berjemur dan menikmati panasnya matahari pagi.
|
Kegiatan Kembali ke Ruteng Pu’u seperti menyaksikan Kota Ruteng di masa mudanya. Dimana anda bisa melihat keaslian rumah adat (Mbaru Niang) serta pesona budaya upacara adat dimana Compang yang merupakan inti dari upacara tradisional Penti yang dibuat untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas panen yang melimpah dengan mengorbankan kerbau dan sapi. |
|
Akomodasi Ruteng Pu’u tidak jauh dari kota Ruteng, anda dapat menginap di Kota Ruteng yang memiliki sarana Hotel dengan fasilitas bervariasi. |
|
Kuliner Disekitar Kampung hanya terdapat rumah penduduk, anda bisa menemukan rumah makan yang menyediakan masakan Cina, padang, maupun makanan prasmanan di pusat kota Ruteng. |
|
Transportasi Jarak Kampung Adat hanya 4 km dari pusat kota Ruteng dengan waktu tempuh 10 menit menggunakan motor atau mobil. Anda dapat menyewa ojek dengan harga terjangkau.
sumber: http://wisata.nttprov.go.id/index.php/2014-01-20-04-43-22/2014-01-20-07-39-48/manggarai/351-kampung-adat-ruteng-pu-u #SBJ |
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |