|
|
|
|
|
|
|
Kisah Kampung Kresek Tanggal 05 Aug 2018 oleh OSKM18_16518139_Martinus . |
Kampung Kresek, merupakan sebuah daerah yang sekarang lebih dikenal dengan Cakung, lebih tepatnya daerah Tipar Cakung. Pada daerah tersebut, terdapat dua buah makam yang letaknya bersebelahan. Makam tersebut bernama Situs Keramat Buyut Kresek dan Situs Keramat Kumpi Ibu. Situs Keramat Kumpi Ibu terletak di sebelah barat Situs Keramat Buyut Kresek yang berada di bawah pohon besar, bernama pohon kresek. Kedua makam ini dikeramatkan oleh warga setempat.
Kisah Buyut Kresek telah ada sejak zaman Kerajaan Tarumanegara. Buyut Kresek merupakan seorang Begawan yang mendapat perintah dari Prabu Purnawarman (Raja Purnawarman) untuk membuat kali Ghomati pada abat 5-6 M. Kali Ghomati yang panjangnya 11km membentang dari pusat Kerajaan Tarumanegara sampai Sakapura. Seusai pembuatan kali Ghomati, sebagaimana tercatat dalam Prasasti Tugu, Raja Purnawarman memberi 1000 ekor sapi kepada 1000 orang Brahmana di daerah yang sekarang dikenal dengan Pulo Gebang. Warga setempat membuatkannya kandang yang sangat besar dan daerah tersebut pun dikenal dengan kampung Kandang Besar. Kemudian di hilir Kali Ghomati ditancapkanlah prasasti yang dinamakan Sakapura, Saka yang berarti tiang dan Pura yang berarti pertama.
Seusai pembuatan Kali Ghomati, Buyut Kresek mendirikan kuil pertapaan dan mengajarkan ilmunya kepada murid-muridnya. Ia kemudian wafat dan abu beliau dikuburkan di bawah pohon kresek. Menurut cerita, muridnya kerap melakukan ritual penghormatan sampai abad ke-20. Makam Buyut Kresek pun sekarang dikenal dengan Situs Keramat Buyut Kresek.
Kumpi Mas merupakan seorang perempuan dengan nama asli Nyi Mas Sekarwiji. Ia merupakan putri seorang senopati dari Kerajaan Mataram. Ayahnya yang bernama Tumenggung Legawa yang merupakan pasukan perang yang diutus untuk membantu Kerajaan Cirebon melawan Kerajaan Pajajaran. Namun, Tumenggung Legawa tewas dalam pertempuran dan Kumpi Mas pun mengambil alih pasukannya. Sayangnya, pasukan gabungan Mataram dan Cirebon berhasil dipukul mundur oleh pasukan Pajajaran. Kumpi Mas pun bersembunyi di sebuah hutan sebuah kampung yang bernama kampung Kresek. Ia pun menetap dan menikahi seorang bernama Ahmad.
Kumpi Mas pun wafat pada abad ke-15 dan makamnya dikenal dengan Situs Keramat Kumpi Ibu.
#OSKMITB2018
Sumber Gambar:
https://www.google.co.id/maps/place/Situs+Kramat+Kumpi+Ibu/@-6.1825416,106.9480955,17z/data=!4m5!3m4!1s0x2e698b05625cae55:0xe5ecf81b3e2bc940!8m2!3d-6.1824669!4d106.9496512
https://dilokasi.com/Jawa-Barat/Places/Situs-Kramat-Kumpi-Ibu-725396
https://bentootoblog.blogspot.com/2017/04/berkunjung-ke-makam-buyut-ambiya_11.html
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |