×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Tradisi

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Provinsi

Jawa Barat

Mitos Larangan Orang Sunda untuk Menikahi Orang Jawa, Benarkah ?

Tanggal 07 Aug 2018 oleh OSKM18_16818232_Gregorius Kevin Wicaksono.

      Pada era modern ini, sudah tidak jarang kita temukan adanya percampuran kebudayan akibat dari perkawinan antar dua individu yang menganut budaya yang berbeda. Sebagian besar masyarakat sudah banyak yang pikirannya terbuka untuk menerima ada nya budaya lain yang masuk dalam lingkup sosialnya.  Namun tentu saja masyarakat Indonesia masih belum terlepas sepenuhnya dari pengaruh mitos dari kebudayaannya. Salah satu dari sekian mitos yang masih dipercaya oleh masyarakat masing - masing budaya adalah mitos bahwa orang berdarah Sunda dilarang untuk memperistri atau menikahi orang yang berdarah Jawa.

 

      Masyarakat Sunda memiliki kepercayaan bahwa menikah dengan orang Jawa, maka pernikahannya akan bernasib tidak baik, dimana hidupnya tidak bahagia, jatuh miskin, dan tidak langgeng hingga berujung pada perceraian. Mitos ini sendiri bukanlah sebuah tradisi ataupun cerita rakyat belaka. Mitos dilarangnya orang Sunda untuk menikahi orang Jawa diduga berawal dari tragedi perang Bubat, dimana dalam perang tersebut terjadi perselisihan antara Kerajaan Pajajaran atau Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Majapahit. Pada awalnya, Hayam Wuruk berniat memperistrikan Dyah Pitaloka dari Negeri Sunda. Maka dari itu, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana atas restu dari keluarga Kerajaan Majapahit untuk melamar Dyah Pitaloka. Upacara pernikahan itu kemudian rencananya akan dilangsungkan di Majapahit.

 

      Maharaja Linggabuana pun berangkat bersama Dyah Pitaloka dan rombongan Sunda yang diiringi sedikit prajurit ke Majapahit, kemudian ditempatkan di Pesanggrahan Bubat. Mengetahui hal tersebut, timbul niat dari Mahapatih Gajah Mada untuk menguasai Kerjaan Sunda untuk memenuhi Sumpah Palapa yang dahulu ia buat. Gajah Mada pun lalu mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan pengakuan superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara.

 

      Mengetahui hal tersebut, pihak Kerajaan Sunda pun tidak terima akan hal tersebut. Perselisihan antar rombongan Linggabuana dengan Gajah Mada pun tak terelakkan. Perselisihan tersebut pun akhirnya berujung pada pecahnya perang di Pesanggrahan Bubat antar dua pihak tersebut, yang mengakibatkan gugurnya Raja Linggabuana, para menteri, pejabat kerajaan beserta segenap keluarga kerajaan Sunda. Dyah Pitaloka pun turut mengakhiri hidupnya sebagai bentuk pembelaan terhadap bangsa dan negaranya.

 

      Akibat kejadian tersebut, Prabu Niskalawastu Kancana yang merupakan penerus Kerajaan Sunda pun membuat sebuah kebijakan yang memutus hubungan diplomatik dengan Majapahit dan menerapkan isolasi terbatas dalam hubungan kenegaraan antar kedua kerajaan. Peristiwa tersebut juga mengakibatkan kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan larangan estri ti luaran (beristri dari luar) yakni larangan untuk menikahi orang diluar lingkungan kerabat Sunda, yang tafsirannya menuju pada larangan untuk menikahi orang dari pihak Majapahit, yang kemudian pengertian ini meluas ke arah larangan untuk menikahi orang berdarah Jawa.

 

      Dapat dilihat bawa hal tersebut merupakan cerminan dari rasa kekecewaan masyarakat Sunda terhadap pihak Majapahit, yang akhirnya perselisihan ini berkembang dalam masyarakat menjadi sentimen antara Suku Sunda dan Suku Jawa hingga masa kini.

 

 

 

 

 

Sumber :

  •  https://www.merdeka.com/peristiwa/mitos-asal-muasal-larangan-menikah-sunda-jawa.html
  • https://www.kaskus.co.id/thread/596b388e9478683e638b456b/mitos-orang-sunda-tidak-boleh-nikah-sama-orang-jawa--no-sara/

 

 

 

 

DISKUSI


TERBARU


Kerang Batik

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kerang Batik adalah jenis kerang bercangkang yang memiliki motif batik berwarna coklat kehijauan. Kerang ini diminati karena rasanya yang...

Kue Rasidah

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kue Rasidah merupakan salah satu kudapan khas Melayu Deli di Kota Medan. Kue ini memiliki tempat istimewa dalam budaya Melayu. Asal/Sejar...

Lontong Medan

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Perayaan Idulfitri di Medan terasa belum lengkap tanpa kehadiran lontong Medan. Hidangan khas ini hampir selalu tersaji di meja makan saat...

Kue Bohong

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kue Bohong adalah kuliner legendaris khas Medan yang memiliki nama unik namun rasanya tidak bisa membohongi lidah. Jajanan ini dikenal kar...

Si Pahit Lidah...

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Cerita Rakyat

Deskripsi Kisah Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat adalah salah satu legenda paling populer di Sumatera Selatan. Cerita ini bukan hanya dongeng pengan...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...