×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Cerita Rakyat

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Provinsi

Sumatera Selatan

Asal Daerah

Sumatera Selatan

Si Pahit Lidah Dan Si Mata Empat

Tanggal 21 Sep 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Kisah Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat adalah salah satu legenda paling populer di Sumatera Selatan. Cerita ini bukan hanya dongeng pengantar tidur, melainkan warisan lisan yang kaya makna, yang diceritakan turun-temurun oleh masyarakat di Lahat, Pagar Alam, hingga Danau Ranau. Ini menjadi bagian dari identitas budaya dan penjaga nilai-nilai etika.

Tokoh

  • Si Pahit Lidah (Serunting Sakti): Seorang bangsawan dari Pasemah yang mendapat julukan "Pahit Lidah" karena kekuatannya mengubah ucapan menjadi batu saat marah atau tersinggung. Kekuatan ini didapat setelah bertapa di Gunung Siguntang dan berasal dari roh leluhur.
  • Si Mata Empat: Sosok sakti yang dinamakan demikian karena memiliki dua pasang mata, dengan sepasang tersembunyi di belakang kepala yang memungkinkannya melihat hal-hal yang tidak terlihat oleh manusia biasa, termasuk muslihat dan bahaya.

Cerita

Kisah ini menceritakan tentang dua tokoh sakti, Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat, yang bertemu di tepi Danau Ranau. Keduanya merasa sebagai yang terkuat dan akhirnya sepakat untuk menguji kesaktian mereka. Mereka membuat aturan: menjatuhkan buah aren dari atas pohon, dan lawan harus menelungkup di bawah sambil menebak arah jatuhnya untuk menghindar. Si Pahit Lidah mendapat giliran pertama. Ia menjatuhkan buah aren besar, namun dengan kemampuan mata di belakang kepalanya, Si Mata Empat berhasil menghindarinya dengan mudah. Kemudian giliran Si Mata Empat. Ia menjatuhkan buah aren yang sama besar, namun kali ini Si Pahit Lidah, yang tidak memiliki kemampuan melihat ke belakang, tidak bisa menghindar. Buah itu jatuh tepat mengenai kepalanya, menyebabkan Si Pahit Lidah roboh dan tewas di tempat. Merasa puas, Si Mata Empat penasaran mengapa Si Pahit Lidah begitu ditakuti. Ia mencelupkan jarinya ke mulut Si Pahit Lidah dan menjilatnya. Seketika ia merasakan rasa yang sangat pahit dan panas. Racun dari lidah Si Pahit Lidah menyebar dengan cepat dan kuat, menyebabkan Si Mata Empat tidak dapat bertahan. Tak lama setelah itu, ia pun tewas di samping musuhnya.

Kematian dan Awal Legenda

Kematian kedua tokoh sakti ini tidak mengakhiri cerita mereka, melainkan menjadi awal penyebaran legenda di seluruh Sumatera Selatan. Masyarakat percaya bahwa banyak batu besar dengan bentuk aneh di pegunungan dan danau, seperti "batu menangis", "batu duduk", dan "batu raja", adalah hasil kutukan Si Pahit Lidah yang dulunya adalah manusia. Danau Ranau juga dianggap sakral karena menjadi lokasi pertarungan mereka.

Pesan/Nilai

Kisah ini menjadi pengingat bahwa sehebat apa pun seseorang, kesombongan dan rasa ingin menang sendiri bisa menjadi kehancuran. Dua orang sakti akhirnya tewas karena tidak mampu mengendalikan ambisi mereka. Legenda ini mengajarkan tentang batas kekuasaan, pentingnya kerendahan hati, dan bahaya rasa penasaran yang berlebihan. Bagi masyarakat lokal, cerita ini adalah cermin kehidupan, pengingat etika, dan penjaga nilai-nilai budaya.

Asal & Persebaran

Cerita ini berakar di Sumatera Selatan dan hidup dalam ingatan masyarakat di wilayah Lahat, Pagar Alam, hingga Danau Ranau.

Sumber: https://www.sekotabumi.id/budaya/si-pahit-lidah-dan-si-mata-empat-kisah-pertarungan-dua-tokoh-sakti-dari-sumatera-selatan

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Kerang Batik

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kerang Batik adalah jenis kerang bercangkang yang memiliki motif batik berwarna coklat kehijauan. Kerang ini diminati karena rasanya yang...

Kue Rasidah

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kue Rasidah merupakan salah satu kudapan khas Melayu Deli di Kota Medan. Kue ini memiliki tempat istimewa dalam budaya Melayu. Asal/Sejar...

Lontong Medan

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Perayaan Idulfitri di Medan terasa belum lengkap tanpa kehadiran lontong Medan. Hidangan khas ini hampir selalu tersaji di meja makan saat...

Kue Bohong

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kue Bohong adalah kuliner legendaris khas Medan yang memiliki nama unik namun rasanya tidak bisa membohongi lidah. Jajanan ini dikenal kar...

Si Pahit Lidah...

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Cerita Rakyat

Deskripsi Kisah Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat adalah salah satu legenda paling populer di Sumatera Selatan. Cerita ini bukan hanya dongeng pengan...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...