|
|
|
|
|
|
Mitos seputar Candi Borobudur Tanggal 07 Aug 2018 oleh Oskm18_16818064_bunga Firdaus. |
Candi Borobudur merupakan peninggalan penganut kepercayaan buddha pada masa dinasti Syailendra (760-830 M). Candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah ini telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu keajaiban dunia. Banyak wisatawan lokal dan asing yang mengunjungi Candi Borobudur untuk mengagumi kemegahan bangunan kuno tersebut.
Dibalik kemegahan arsitekturnya yang dikagumi di mata dunia, tak sedit pula mitos seputar Candi Borobudur yang beredar di masyarakat bahkan sampai kepada wisatawan mancanegara. Berikut ini adalah beberapa mitos tentang Candi Borobudur.
1. Kunto Bimo
Kunto Bimo adalah patung buddha dalam posisi dharmachakra yang berada di dalam stupa dengan penutup yang berbentuk belah ketupat. Patung ini terletak pada tingkat dasar dari 3 undak-undak stupa. Menurut cerita masyarakat setempat, jika kita berhasil menyentuh arca dalam stupa tersebut, maka keinginan kita akan terkabul. Tak heran jika kita melihat wisatawan yang sedang memasukkan tangan mereka ke sela-sela dinding stupa demi membuktikan mitos tersebut. Namun, sebenarnya tindakan ini sangat tidak disarankan karena dapat merusak arca-arca yang sudah berumur sangat tua.
2. Singa Urung
Singa Urung merupakan arca harimau yang terletak di sebelah kiri dan kanan tangga untuk memasuki candi. Mitos yang beredar di masyarakat adalah jika sepasang kekasih melewati kedua arca ini, maka hubungan mereka akan kandas dan tidak berlanjut ke jenjang pernikahan. Nama 'urung' sendiri merupakan bahasa Jawa yang memiliki arti 'gagal'. Sehingga, siapapun yang melewati atau menyentuh kedua arca tersebut akan mengalami kegagalan.
Sekian sudah beberapa cerita tentang mitos-mitos seputar Candi Borobudur. Apapun yang terjadi, kita sebagai warga negara Indonesia harus menjaga kebudayaan kita sendiri, salah satu caranya adalah dengan mematuhi peraturan untuk tidak menyentuh atau berpijak pada artefak atau peninggalan kuno yang sudah cukup rapuh. Jadilah warga negara dan wisatawan yang bijak.
#OSKMITB2018
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |