×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Pahlawan

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Provinsi

DKI Jakarta

Pangeran Tubagus Angke

Tanggal 28 Oct 2017 oleh Mfaizalaf .

Pangeran Tubagus Angke  yang kelak bergelar  Pengeran Jayakarta II Putra Pangeran Panjunan cucu  syekh Datuk Kahfi menikah dengan Ratu Ayu Pembayun Fatimah putri Fatahillah atau Pangeran Jayakarta dan Ratu Winahon putri Sunan Gunung Djati, Tubagus Angke yang menggantikan Fatahillah sebagai Adipati Jayakarta/Jakarta dengan gelar Pengeran Jayakarta II. Pangeran Tubagus Angke putra Pangeran Panjunan memiliki Istri putri dari banten dikaruniai putra Pangeran Sungerasa / Pangeran Jayakarta III dan Ratu Mertakusuma menikah dengan Sultan Abu al-Ma'ali Ahmad (1647 - 1651) Kesultanan Banten yang berputra Sultan Ageng Tirtayasa / Abdul Fattah (1651-1682).  Pangeran Tubagus Angke bersaudara beda ibu dengan Pangeran Pamelekaran ayah dari Pangeran Santri Raja Kerajaan Sumedang Larang
 
Pangeran Tubagus Angke panglima perang Kerajaan Banten (Tubagus atau Ratu Bagus adalah gelar kebangsawanan kerajaan Banten). Sekitar awal abad ke-16, Kerajaan Bantenmengirim pasukannya untuk membantu Kerajaan Demak yang sedang menggempur benteng Portugis di Sunda Kelapa (Jakarta sekarang). Sungai di mana pasukan Tubagus Angke bermarkas kemudian dikenal sebagai Kali Angke dan daerah yang terletak di ujung sungai ini disebut Muara Angke.
 
Pangeran Tubagus Angke (1570-1600 ?), sebagai Adipati Jayakarta kedua dan bawahan (vasal) kesultanan Banten serta penerus Fatahillah. Pangeran Tubagus Angke ini adalah Pangeran Jayakarta II yang disebutkan oleh orang Inggris dan Belanda sebagai “Regent of Jakarta” atau “Koning van Jacatra”. (Tempat-tempat bersejarah di Jakarta, A. Heuken SJ). Pada jaman Pangeran Jayakarta inilah orang-orang asing Eropa seperti Inggris dan Belanda (sebelumnya pada abad ke 16 orang Portugis juga sudah mengunjungi Jakarta) mulai berdatangan yang kemudian harinya pecah konflik dengannya. Penduduk Tionghoa sendiri juga sudah ada sebelumnya di kota ini, dan kemudian harinya bertambah lagi dengan orang-orang Tionghoa yang berdatangan dari Banten dan terutama sesudah Banten dibawah buyutnya Sultan Ageng Tirtayasa dikuasai oleh Belanda.
 
Pendapat yang lain dikemukakan oleh Alwi Shahab, salah seorang penulis dan budayawan Betawi. Menurutnya, kata "angke" berasal dari bahasa Hokkian, yakni "ang" yang berarti merah dan "ke" yang berarti sungai atau kali. Hal ini terkait dengan kejadian tahun 1740, saat Belanda membantai 10.000 orang Tionghoa di Glodok, yang membuat warna air Kali Angke yang semula jernih menjadi merah bercampur darah. Namun, menurut budayawan Betawi Ridwan Saidi, kata "angke" berasal dari kata dalam bahasa Sanskerta, "anke", yang berarti kali yang dalam.
 

DISKUSI


TERBARU


Prasasti Kakuru...

Oleh Kyas1 | 07 Oct 2026.
Naskah Kuno dan Prasasti

Deskripsi Fisik Prasasti Kakurugan adalah sebuah tulisan Jawa Kuno. Isi/Kandungan Prasasti ini membahas tentang peran pendekar pada masa Pemerinta...

Gulai Kuning Ik...

Oleh Kyas1 | 07 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Gulai kuning ikan patin adalah hidangan kuliner Nusantara yang terkenal dengan aroma gurih kuah kaya rempah. Hidangan ini memadukan daging...

Lenso

Oleh Kyas1 | 06 Oct 2026.
Musik dan Lagu

Deskripsi Lenso adalah produk budaya Indonesia yang dikenal sebagai tari maupun musik. Pengaruhnya terhadap masyarakat telah berlangsung secara turu...

Dendeng Sapi La...

Oleh Kyas1 | 06 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Dendeng Sapi Lambok merupakan makanan khas Padang yang terkenal dengan rasanya yang pedas dan gurih. Daging sapi yang digunakan memiliki t...

Tutut Kuah Kuni...

Oleh Kyas1 | 06 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Tutut, atau keong sawah, adalah jenis siput air tawar yang banyak ditemukan di sawah-sawah atau perairan dangkal di Indonesia. Tutut telah...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...