×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Prasasti

Elemen Budaya

Naskah Kuno dan Prasasti

Provinsi

Jawa Barat

Prasasti Ciaruteun

Tanggal 03 Mar 2014 oleh Muhammad Solahuddin. Revisi 2 oleh Soumun K Hafid pada 03 Mar 2014.

Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan di tepi sungai Ciaruteun, tidak jauh dari sungai Cisadane, Bogor. Prasasti tersebut merupakan peninggalan kerajaan Tarumanagara.

Prasasti Ciaruteun ditemukan di Desa Ciaruteun Ilir, kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor; tepatnya pada koordinat 6°31'23,6" LS dan 106°41'28,2" BT.

Tempat ditemukannya prasasti ini merupakan bukit (bahasa Sunda: pasir) yang diapit oleh tiga sungai: Cisadane, Cianten, dan Ciaruteun. Sampai abad ke-19, tempat ini masih dilaporkan sebagai Pasir Muara, yang termasuk dalam tanah swasta Tjampéa (= Ciampea, namun sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang).

Menurut Pustaka Rajya Rajya i Bhumi Nusantara parwa 2, sarga 3, halaman 161 disebutkan bahwa Tarumanagara mempunya rajamandala (wilayah bawahan) yang dinamai "Pasir Muhara".

Prasasti Ciaruteun dilaporkan oleh pemimpin Bataaviasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (sekarang Museum Nasional) pada tahun 1863. Akibat banjir besar pada tahun 1893 batu prasasti ini terhanyutkan beberapa meter ke hilir dan bagian batu yang bertulisan menjadi terbalik posisinya ke bawah. Kemudian pada tahun 1903 prasasti ini dipindahkan ke tempat semula. Pada tahun 1981 Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengangkat dan memindahkan prasasti batu ini agar tidak terulang terseret banjir bandang.

Prasasti Ciaruteun bergoreskan aksara Pallawa yang disusun dalam bentuk seloka bahasa Sanskerta dengan metrum Anustubh yang terdiri dari empat baris dan pada bagian atas tulisan terdapat pahatan sepasang telapak kaki, gambar umbi dan sulur-suluran (pilin) dan laba-laba.

Teks:

vikkrantasyavanipat eh

srimatah purnnavarmmanah

tarumanagarendrasya

visnoriva padadvayam

Terjemahan:
"Inilah (tanda) sepasang telapak kaki yang seperti kaki Dewa Wisnu (pemelihara) ialah telapak yang mulia sang Purnnawarmman, raja di negri Taruma, raja yang gagah berani di dunia".

Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tempat ditemukannya prasasti tersebut. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan Dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat

sumber: wikipedia Indonesia

Prasasti Ciaruteun

DISKUSI


TERBARU


Tari Nan Di Nan...

Oleh Kyas1 | 24 Sep 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Nan Di Nanti adalah interpretasi artistik dari tradisi Mananti Marapulai, bagian dari adat pernikahan masyarakat Minangkabau. Tarian...

Anyaman Lamahol...

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Naskah Kuno dan Prasasti

Deskripsi Anyaman Lamaholot adalah kerajinan tangan tradisional yang menggunakan daun lontar sebagai bahan utama. Kerajinan ini merupakan bagian dar...

Keuneunong

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Ritual

Deskripsi Keuneunong adalah kearifan lokal masyarakat Aceh untuk memprediksi cuaca dengan mengamati tanda-tanda alam. Sistem penanggalan ini digunak...

Aturan Adat Hut...

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Ritual

Deskripsi Aturan adat juga berlaku terhadap hutan. Dayak Pitap memiliki hutan keramat yang tidak boleh diganggu karena dipercaya menjadi tempat lelu...

Tradisi Berlada...

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Ritual

Deskripsi Bagi masyarakat Dayak Pitap di Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan, berladang bukan sekadar cara mendapatkan makanan. Kegiatan ini meru...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...