×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Prasasti Kuno

Elemen Budaya

Naskah Kuno dan Prasasti

Provinsi

Jawa Timur

Asal Daerah

Gunung Penanggungan

Prasasti Kaladi

Tanggal 13 Jul 2018 oleh Arum Tunjung.

Prasasti Kaladi berangka tahun 831 Çaka atau 909 M, dengan menggunakan aksara Kawi tipe standard dengan variasi serta menggunakan bahasa Jawa Kuno yang dituliskan dalam bentuk prosa. Prasasti ini dipahatkan di atas tembaga (tamra praÅ›asti) yang berjumlah 10 lempeng, akan tetapi yang 2 lempeng hilang, yaitu lempeng nomor 3 dan 5. Sekarang yang 8 lempeng prasasti Kaladi disimpang di Museum Nasional Jakarta dengan nomor inventaris E71.
 
Prasasti Kaladi ditemukan di area Gunung Penanggungan, Jawa Timur. Prasasti Kaladi berasal dari masa Mataram Kuno dalam masa kepemimpinan ÅšrÄ« Maharāja Rakai Watukura Dyah Balitung ÅšrÄ« Dharmmodaya Mahāsambhu. Dyah Balitung merupakan raja yang memerintah Mataram Kuno setelah Rakai Kayuwangi.
 
Prasasti ini menceriterakan tentang penetapan Desa Kaladi, Gayām, dan Pyapya, yang semuanya masuk wilayah (samgat) Bawaᶇ, menjadi sÄ«ma atas permohonan Dapunta Suddhara dan Dapunta Dampi kepada Raja Rakai Watukura Dyah Balitung. Adapun sebabnya ialah karena semula ada hutan yang memisahkan desa-desa itu yang menyebabkan ketakutan. Mereka senantiasa mendapat serangan dari penduduk Mariwuᶇ yang membuat para pedagang dan penangkap ikan merasa resah dan ketakutan siang dan malam. Maka (diputuskan) untuk disetujui bersama hutan itu dijadikan sawah agar supaya penduduk tidak lagi merasa ketakutan, dan sawah itu juga ditetapkan tidak masuk wilayah (samgat) Bawaᶇ.
 
Dalam prasasti ini juga disebutkan perihal nama-nama pejabat dan juga pasak-pasak yang diberikan kepada para pejabat, dan sapata bagi yang melanggar sÄ«matersebut. Selain itu, prasasti ini juga menjelaskan mengenai adanya kasus perbanditan. ***
 
Kepustakaan:
Anjali Nayenggita, 2012, Prasasti Kaladi 831 Åšaka, dalam Skripsi di Program Studi Arkeologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia

DISKUSI


TERBARU


Buntil Daun Sin...

Oleh Kyas1 | 26 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Buntil adalah makanan khas Cirebon yang dinamakan demikian karena proses pembuatannya yang dibuntel atau diikat. Isian buntil terdiri dari...

Sambal Udang Sa...

Oleh Kyas1 | 26 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Menu Udang Sabee atau Udang halus ini merupakan salah satu ciri khas masakan Aceh. Udang dijual dalam kondisi segar hasil tangkapan nelaya...

Sambal Terong K...

Oleh Kyas1 | 26 Sep 2026.
Makanan Minuman

Bahan-bahan 2 buah terong ukuran sedang 2 buah Bawang putih 5 buah cabe rawit merah Secukupnya garam Secukupnya gula pasir Sedikit minyak Ca...

Gulai Daun Sing...

Oleh Kyas1 | 26 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Gulai daun singkong teri nasi adalah masakan yang dimasak dengan bumbu gulai dan disantap bersama sambal terasi. Hidangan ini nikmat disan...

Terong Bakar Ku...

Oleh Kyas1 | 26 Sep 2026.
Makanan Minuman

Bahan-bahan 2 buah terong 3 butir telur ayam 6 pcs tahu coklat 1 bgks santan kara 3 siung bawang merah 2 siung bawang putih 2 buah kemiri 2...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...