×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Prasasti

Elemen Budaya

Naskah Kuno dan Prasasti

Provinsi

Jawa Tengah

Asal Daerah

Salatiga

Prasasti Plumpungan

Tanggal 05 Aug 2018 oleh OSKM18_19718266_Chrisatya Ruth Almira Beata Aditanti.

PRASASTI PLUMPUNGAN

Prasasti Plumpungan (juga disebut Prasasti Hampran) adalah prasasti yang tertulis dalam batu besar berjenis andesit berukuran panjang 170 cm, lebar 160 cm dengan garis lingkar 5 meter. Prasasti ini ditemukan di Desa Beringin, Dukuh Plumpungan, Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah. Prasasti Plumpungan sudah berumur kurang lebih 1268 tahun, sebab angka tahun pembuatan prasasti ini adalah tahun 750 Masehi. Prasasti ini dipercaya sebagai asal mula kota Salatiga.

Sejarah Singkat Prasasti Plumpungan

Prasasti Plumpungan diperkirakan dibuat pada hari Jumat tanggal 24 Juli tahun 750 Masehi. Naskah tersebut ditulis oleh seorang citraleka (sekarang dapat disebut sebagai penulis, penggarap naskah atau pujangga) yang dibantu oleh sejumlah pendeta (resi) dan ditulis dalam Bahasa Jawa Kuno dan Bahasa Sansekerta. Prasasti Plumpungan berisi ketetapan hukum tetang status tanah perdikan atau swatantra bagi suatu daerah yang dahulu dinamakan Hampra, yang berada di wilayah Trigramyama (sekarang bernama Salatiga). Tanah perdikan adalah suatu daerah dalam kerajaan tertentu yang dibebaskan dari segala kewajiban pembayaran pajak atau upeti karena daerah tersebut telah berjasa kepada seorang raja. Para sejarawan memperkirakan bahwa masyarakat di daerah Hampra telah berjasa kepada seorang raja bernama Raja Bhanu. Raja Bhanu (752– 775M) alias Rakai Panangkaran Dyah Pancapana (mutiara Wangsa Syailendra) adalah seorang raja besar yang sangat memperhatikan rakyatnya, dan yang memiliki daerah kekuasaan meliputi sekitar Trigramyama (Salatiga), Kabupaten Semarang, Ambarawa, dan Kabupaten Boyolali. Berdasarkan prasasti-prasasti lainnya yang berkaitan dengan Dinasti Syailendra, Raja Bhanu adalah raja keturunan Sanjaya, yang mendirikan Dinasti Syailendra, yang berpaham Buddha.

Isi Prasasti Plumpungan

Isi dan makna dari Prasasti Plumpungan bisa dilihat di gambar berikut.

Keadaan Prasasti Plumpungan di Masa Kini

Prasasti Plumpungan dirawat dengan sangat baik dan dijaga oleh juru pelihara. Namun sangat disayangkan bahwa di masa modern seperti saat ini Prasasti Plumpungan justru kurang mendapat perhatian baik dari pemerintah setempat maupun penduduk sekitar. Banyak orang merasa prihatin dengan kondisi sekitar tempat prasasti ini berada karena hanya lahan kosong dan hal tersebut  mengurangi minat penduduk. Serta kini sudah tidak ada lagi pertunjukan wayang kulit yang dahulu selalu digelar di dekat Prasasti Plumpungan setiap Hari Ulang Tahun Kota Salatiga. Warga yang masih peduli terhadap cagar budaya ini sudah berusaha untuk memberitahu pemerintah mengenai isu tersebut, sayang tak ada satupun yang menanggapi pemberitahuan tersebut. Warga hanya bisa berharap Prasasti Plumpungan yang merupakan penanda cikal bakal Kota Salatiga tidak terlupakan karena pesatnya perkembangan zaman.

#OSKMITB2018

 

Sumber:

https://www.merdeka.com/peristiwa/menengok-prasasti-plumpungan-cikal-bakal-salatiga.html

https://www.sharesalatiga.id/2018/04/sejarah-prasasti-plumpungan-salatiga.html

https://www.ucnews.id/news/Warganet-Ingin-Prasasti-Plumpungan-Lebih-Diperhatikan/421761415368487.html

DISKUSI


TERBARU


Tari Nan Di Nan...

Oleh Kyas1 | 24 Sep 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Nan Di Nanti adalah interpretasi artistik dari tradisi Mananti Marapulai, bagian dari adat pernikahan masyarakat Minangkabau. Tarian...

Anyaman Lamahol...

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Naskah Kuno dan Prasasti

Deskripsi Anyaman Lamaholot adalah kerajinan tangan tradisional yang menggunakan daun lontar sebagai bahan utama. Kerajinan ini merupakan bagian dar...

Keuneunong

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Ritual

Deskripsi Keuneunong adalah kearifan lokal masyarakat Aceh untuk memprediksi cuaca dengan mengamati tanda-tanda alam. Sistem penanggalan ini digunak...

Aturan Adat Hut...

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Ritual

Deskripsi Aturan adat juga berlaku terhadap hutan. Dayak Pitap memiliki hutan keramat yang tidak boleh diganggu karena dipercaya menjadi tempat lelu...

Tradisi Berlada...

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Ritual

Deskripsi Bagi masyarakat Dayak Pitap di Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan, berladang bukan sekadar cara mendapatkan makanan. Kegiatan ini meru...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...