|
|
|
|
|
|
Salamak Pangek - Pesisir Selatan - Sumatera Barat Tanggal 09 Mar 2018 oleh Riani Charlina. |
Sumatera Barat yang tersebar pada 19 kabupaten dan kota memiliki ragam budaya, ragam tradisi, ragam keindahan alamnya, dan ragam kuliner khasnya. Mulai dari arah utara, timur, selatan, dan sepanjang pesisir pantainya, mempunyai kekhasan sendiri.
Namun, jika berbicara kulinernya, kali ini ada kuliner atau sajian yang khas dari arah selatan bumi Minangkabau yakni di Kabupaten Pesisir Selatan. Di sana, ada satu sajian yang paling jarang ditemui. Hal ini bukanlah karena rendahnya penikmat, akan tetap memang disajikan pada acara pernikahan saja.
Sajian atau kuliner yang dimaksud yakni salamak pangek. Salamak atau nasi lamak (beras ketan) merupakan jenis beras yang digunakan untuk membuat salamak. Sementara pangek, merupakan sajian yang dibuat dari pisang matang yang digelumuri oleh cairan gula merah.
Salamak pangek hanya bisa ditemui dan dicicipi pada saat acara pernikahan saja, luar dari momen itu dapat dipastikan tidak akan menemui salamak pangek. Hal tentu ada alasan, karena salamak pangek merupakan bagian dari budaya di Kabupaten Pesisir Selatan, tepatnya di Kecamatan Sutera.
Salamak pangek dibuat untuk pemberian balasan hantaran yang diberikan tamu undangan ke pihak keluarga yang sedang melangsungkan pernikahan.
Sedangkan untuk membuat salamak pangek ini, kalau bicara bahan-bahannya tidaklah terlalu banyak, yakni beras ketan putih dan santan kelapa saja. Lalu untuk pangek, hanya pisang yang sudah matang dan gula merah.
Dalam proses pembuatannya, untuk mengaduk salamak butuh tenaga yang banyak. Setidaknya untuk mengaduk satu baskom salamak itu membutuhkan lima hingga enam orang, yang menggunakan alat pengaduk yang disebut sendok kayu.
Pertama-tama, beras di masak dulu. Ketika sudah matang, dimasukkan ke dalam baskom. Lalu diaduk-aduk sembari disiram santan kelapa. Pengadukan akan dihentikan, apabila nasi kentan terlihat berminyak.
Sedangkan untuk membuat pangek, hanya perlu merebus pisang yang sudah matang untuk sesaat. Langkah selanjutnya, melakukan perleburan gula merah yang membeku. Nah, hal ini adalah langkah terakhir, jika pisang telah selesai direbus, dan gula merah telah dicairkan. Saatnya mengaduk dan mencampurkan pisang dengan gula merah.
Jika bicara rasa, nasi ketan yang telah dicampuri santan dan pisang dibaluti gula merah, rasa manis menjadi hal yang utama singgah di lidah. Namun, hal yang paling enaknya, nasi ketan atau salamak dimakan secara bersamaan dengan pisang.
sumber: https://www.cendananews.com/2017/12/salamak-pangek-sajian-khas-di-selatan-minangkabau.html
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |