|
|
|
|
|
|
Gebug Ende Tanggal 03 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Gebug Ende adalah kesenian tradisi yang diwariskan secara turun temurun, berasal dari Desa Seraya, Karangasem. Nama "Gebug Ende" sendiri berarti "memukul tameng", mengacu pada gerakannya yang saling memukul menggunakan rotan sebagai pemukul dan ende (tameng) sebagai pelindung. Tradisi ini sangat dipercaya oleh masyarakat Desa Seraya untuk memohon hujan saat musim kemarau tiba. Selain sebagai ritual permohonan hujan, Gebug Ende juga berfungsi sebagai tari sakral, kegiatan tradisi budaya, dan hiburan.
Gebug Ende merupakan kesenian tradisi yang dikenal luas dan berasal dari Desa Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Kesenian ini telah bertahan hingga saat ini dan diwariskan secara turun temurun.
Fungsi utama Gebug Ende adalah untuk memohon turun hujan pada musim kemarau. Selain itu, seiring perkembangan zaman, Gebug Ende juga digolongkan sebagai tari sakral, kegiatan tradisi budaya, dan kegiatan seremonial atau hiburan.
Sumber: https://jurnal2.isi-dps.ac.id/index.php/pensi/article/view/845
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |