×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Makanan

Elemen Budaya

Makanan Minuman

Provinsi

Nusa Tenggara Barat

Sambal Kuah Asam “Noro Mangge” Khas Bima - Nusa Tenggara Barat

Tanggal 20 Mar 2018 oleh Cahyaningtiasbiza .

Sambal. Seperti apa makanan yang kawan santap tanpa sambal? Berasa ada yang kurang, ya? Lauk pauk seolah berasa galau risau merana bimbang nestapa, terajana dan durjana tanpa kehadiran sambal. “Kamu, melengkapi hari-hariku”. Sambal yang paling populer di Indonesia, seribu umat, adalah sambal uleg. Dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Pulau Rote, pasti kenal akrab dengan nafsu makan boosteryang satu ini. Sudah biasa, mainstream!

Indonesia dengan kekayaan khasanah budayanya, termasuk kuliner memiliki baaanyak ragam sambal di tiap daerah. Nah, kali ini Sambal-sambal khas Suku Mbojo, penghuni Pulau Sumbawa bagian timur (Kab. Dompu dan Bima serta Kota Bima), yang akan saya bahas. Banyak sih sebenarnya sambalnya, tapi saya hanya membahas yang unik, istimewa dan anti meanstream; totally unique!!

Sambal yang ini, istimewa karena cara menyantapnya juga istimewa. Yaitu dengan mencelupkan lauk ke dalam kuah asam ini lalu airnya diseruput sedikit demi sedikit, mengikuti suap demi suap nasi. Itulah kenapa Ia dinamakan “noro-mangge”. Secara harfiah, artinya menjadi “seruput-asam”, maksutnya kuah asam yang diseruput. Cobain deh, seruuuu!


Buah asam yang digunakan adalah buah yang sudah tua, “mangge rebe”. Cara membuatnya yaitu dengan terlebih dahulu meremas asam “mangge rebe” dengan air hangat hingga airnya berwarna cokelat. Tambahkan hasil ulegan cabai, garam dan penyedap rasa atau sedikit gula ke dalam kuah asam tersebut. Setelah itu tambahkan juga daun kemangi dan ikan teri atau ikan asin. Remas semuanya agar tercampur rata, lalu siap diseruput. Menjijikan? Seharusnya setiap kepala membuat untuk dirinya sendiri. Tapi entahlah, rasa jijik akan hilang setelah mencoba menyantapnya karena belum tentu buatan kita enak.

cahyaningtiasbiza_sambalkuahasamnoromangge.jpg

 

Sumber : https://sangajigroup.wordpress.com/2015/06/29/7-sambal-anti-mainstream-khas-suku-mbojo/

DISKUSI


TERBARU


Brahmana Keling

Oleh Kyas1 | 03 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Deskripsi Cerita rakyat Brahmana Keling adalah salah satu cerita yang berasal dari Bali dan sering dipentaskan dalam upacara keagamaan. Cerita ini d...

Cerita Pedanda...

Oleh Kyas1 | 03 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Deskripsi Pedanda Baka adalah dongeng (satua) dari Bali yang dikenal masyarakat dan memiliki nilai-nilai pendidikan yang dapat dimanfaatkan untuk me...

Tari Sanghyang...

Oleh Kyas1 | 03 Oct 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Sanghyang merupakan salah satu seni tari sakral di Bali yang memiliki fungsi untuk menolak bala (malapetaka). Tari ini biasanya disaj...

Pasantian

Oleh Kyas1 | 03 Oct 2026.
Musik dan Lagu

Deskripsi Pasantian merupakan kesenian tradisional Bali yang melibatkan olah vokal atau tarik suara. Kesenian ini termasuk dalam kategori musik trad...

Gebug Ende

Oleh Kyas1 | 03 Oct 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Gebug Ende adalah kesenian tradisi yang diwariskan secara turun temurun, berasal dari Desa Seraya, Karangasem. Nama "Gebug Ende" s...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...