×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Seni Pertunjukkan

Elemen Budaya

Seni Pertunjukan

Provinsi

Sumatera Utara

Asal Daerah

Sumatera Utara

Sejarah Perkembangan Opera Batak

Tanggal 07 Aug 2018 oleh OSKM18_16418057_Harry Marcelino Panjaitan.

Opera Batak adalah sebuah sebutan untuk seni pertunjukan keliling dari Tapanuli, Sumatera Utara. Opera ini memiliki elemen seni diantaranya adalah lakon cerita, musik/lagu, dan tari. Opera Batak tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga berperan sebagai kritik sosial atas berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya. Beberapa contoh cerita yang diangkatnya adalah "Pulo Batu" yang mengisahkan perlawanan Sisingamangaraja XII, "Si Boru Tembaga" yang menceritakan pahitnya nasib kaum perempuan terutama dalam pembagian harta warisan, dan "Perempuan di Pinggir Danau" yang menyoroti keserakahan manusia khususnya orang Batak dalam mengeksploitasi Danau Toba. 

Pada awal mula lahirnya Opera Batak, salah satu pelopor Opera Batak adalah Master Tilhang Oberlin Gultom yang merupakan seorang Batak Toba. Dari salah satu dokumen sponsorship zaman Belanda pada tahun 1927 sebutan Opera Batak itu sudah digunakan. Nama Master Tilhang juga menerima honor dengan mata uang Florin (Hindia Belanda). Posisi tahun kemunculan Opera Batak diperkirakan mendorong rasa Nasionalisme Lokal sebelum Sumpah Pemuda. Sehingga seni pertunjukan itu juga sempat dicurigai Belanda sebagai alat konsolidasi yang baru setelah ritual dan upacara tradisional dilarang. Sebelum 1927 sudah ada kelompok Tilhang Parhasapi dengan tampil di desa-desa di Samosir. Baru setelah Tilhang pindah ke Siantar tahun 1939-an gerakan seni pertunjukan ini disokong perkumpulan nasionalisme seperti Dos Roha. Pada zaman Jepang juga Opera Batak hampir dilarang. Sehingga nama grup yang dipimpin Tilhang disesuaikan dengan situasi. Pertunjukan Opera Batak tampil ke berbagai daetah dengan menjual karcis yang uangnya dapat menghidupi grup dan para pemainnya. Meskipun larangan dan cuaca menggangu penjualan karcis, grup-grup Opera Batak semakin bermunculan sampai 30-an grup dengan sebagian mengikuti mainstream Tilhang Gultom dan sebagian lagi mengikuti gaya perintis lainnya. Tahun 1963 Opera Batak diminta Presiden Sukarno tampil di Istana dan komplek Siliwangi Bandung. Sepulang dari situ nama grup Opera Batak Tilhang menjadi Serindo (Seni Ragam Indonesia). Namun seiring perkembangan media seperti televisi dengan programnya, Opera Batak mulai kalah pada tahun 1970-an. Pada tahun 1980-an grup-grup Opera Batak satu per satu bangkrut di tangan pimpinan grup yang disebut dengan tokke (dari kata tauke) hingga pada tahun 2002 Opera Batak direvitalisasi dan program lanjutannya 2005 dilakukan oleh Pusat Latihan Opera Batak (PLOt) Siantar hingga bisa membawa Opera Batak tampil di beberapa kota di Indonesia dan Jerman sejak 2013. Regenerasi pemain Opera Batak hingga kini adalah para pelajar dan mahasiswa; berbeda dengan Opera Batak terdahulu yang menampung orang yang  putus sekolah karena situasi transisi kebudayaan antara tradisi dan modernisasi.

Dalam catatan sejarah teater di Indonesia, Opera Batak belum masuk rekap, baik dari tradisi maupun teater modernnya. Hal ini dikarenakan selama ini Opera Batak lebih dikategorikan sebagai musik. Selama ini dianggap kalau pemain Opera Batak itu identik dengan pintar bermain musik. Padahal Opera Batak lebih cenderung kepada lakon. Opera Batak dalam menampilkan lakon ada yang diambil ceritanya dari torsa torsa atau cerita legenda, turi-turian atau cerita rakyat, dan ada juga dari mitos atau kepahlawanan. Sesungguhnya ada inventarisasi cerita rakyat batak yang biasa dimainkan dalam Opera Batak. Disebutkan bahwa ada seorang Profesor yang sudah menginventarisir Opera Batak bernama Rayne Charle di eropa. Raune juga sudah menerjemahkan cerita Opera Batak menjadi sebuah buku dalam bahasa Jerman.

Saat ini Opera Batak dianggap perlu untuk mempertahankan seni budaya Batak. Oleh sebab itu, Pusat Latihan Opera Batak yang
berkantor di Pematang Siantar saat ini sedang konsentrasi melatih para pemain muda, meskipun tetap bekerjasama dengan pemain lama untuk rekonstruksi tentang lakon dan cerita yang ada agar inti cerita yang disampaikan dalam pementasan Opera Batak tidak bergeser dari cerita yang sesungguhnya.

#OSKMITB2018

 

DISKUSI


TERBARU


Kerang Batik

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kerang Batik adalah jenis kerang bercangkang yang memiliki motif batik berwarna coklat kehijauan. Kerang ini diminati karena rasanya yang...

Kue Rasidah

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kue Rasidah merupakan salah satu kudapan khas Melayu Deli di Kota Medan. Kue ini memiliki tempat istimewa dalam budaya Melayu. Asal/Sejar...

Lontong Medan

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Perayaan Idulfitri di Medan terasa belum lengkap tanpa kehadiran lontong Medan. Hidangan khas ini hampir selalu tersaji di meja makan saat...

Kue Bohong

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kue Bohong adalah kuliner legendaris khas Medan yang memiliki nama unik namun rasanya tidak bisa membohongi lidah. Jajanan ini dikenal kar...

Si Pahit Lidah...

Oleh Kyas1 | 21 Sep 2026.
Cerita Rakyat

Deskripsi Kisah Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat adalah salah satu legenda paling populer di Sumatera Selatan. Cerita ini bukan hanya dongeng pengan...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...