×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Pernikahan

Upacara Perkawinan Suku Moi, Papua

Tanggal 09 Jul 2018 oleh Arum Tunjung.

Upacara adat perkawinan Suku Moi di kota sorong. Seperti kita mengetahui bersama bahwa tentunya Indonesia memiliki beragam macam budaya yang sangat menarik dan berbeda. Sudah pasti ada banyak penelitian-penelitian yang  menemukakan tentang fungsinya budaya dalam kehidupan kita.
 

 

Kegiatan tersebut di hadiri oleh seluruh keluarga besar dari kedua belah pihak , kemudian diikuti oleh sejumlah simpatisan keluarga berdekatan marga. Mereka yang aslinya suku moi dan ada simpatisan kelurga/teman dari suku yang lain. Untuk menghadiri upacara tersebut, setiap keluarga yang berdatangan dengan mengambil peralatan perkawinan Piring dan Kain Timur sebagai Alat pembayaran mas kawin. Selanjutnya dalam prosesi upacara tesebut biasanya di lalui kurang lebih 1-3 hari. Pihak laki-laki harus membayar mas kawinya ke pihak perempuan sesuai dengan permintaan, namun jika permintaan belum cukup atau belum mencapai target yang diminta maka mereka akan bertahan oleh sebab itu kadang membutuhkan waktu yang sedemikian. Sehubungan dengan itu, tidak semua acara perkawinan yang sam kadang membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Alat perkawinan terdiri dari KAIN TIMUR, PIRING, dan beberapa perlengkapan Adat lainya. Noken dan tikar sebagai alat pelengkap bagi seorang wanita moi ketika dia berumah tangga menurut cerita adat orang moi dan kegunaan lainya.

Selanjutnya acara tersebut biasanya di pandu oleh tua-tua adat dengan mengikuti proses yang berlaku dalam adat suku moi. Proses upacara ini biasanya dilalui oleh seluruh orang moi yang berada didaerah tersebut apabila mereka melakukan acara perkawinan. Upacara adat ini biasanya di akhiri dengan guling rokok atu Bahas moi disebut, (Busbak) dilakukan oleh kedua bela pihak dengan mengucapkan janji adat. Ini merupakan tanda pernikahan adat yang sah untuk tidak dapat di lewati ole kedua bela pihak.
 
Keberadaan orang moi hingga saat ini masih berada dalam presentase suku yang sangat peduli pada budayanya walupun berada dalam perkembangan globalisasi dan pelcehan-pelecehan budaya yang ada. Namun mereka selalu bertahan untuk mempertahankanya sebab mereka sangat merasa memiliki pada budayanya.
 
Sebagai kesimpulan, upacara adat suku moi sebagai suatu tanda pernikahan adat yang di laluli oleh kedua bela pihak dan di hadiri oleh kedua marga. Alat perkawinan sebagai tukaran dalam mas kawin yang wajibnya di bayar oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan.
 
Sumber: eliasermoi.blogspot.com

DISKUSI


TERBARU


Candi Miri: Pen...

Oleh Kianasarayu | 02 Apr 2026.
Candi

Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan a...

Babi Panggang K...

Oleh Kianasarayu | 02 Apr 2026.
Kuliner

Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK)...

Batik Kamoro: M...

Oleh Kianasarayu | 02 Apr 2026.
Motif Batik

Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan ma...

Dendam Rajo san...

Oleh Mahlil Azmi | 01 Apr 2026.
dongen/cerita Rakyat

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai da...

Candi Miri: Pen...

Oleh Kianasarayu | 01 Apr 2026.
Candi

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai penjaga rum...