|
|
|
|
|
|
Wisata Budaya Setu Babakan Tanggal 08 Aug 2018 oleh OSKM18_16518396_Achmad Rifqy Pratama. |
A. Danau Setu Babakan
Danau Setu babakan adalah sebuah danau buatan yang dijadikan tempat wisata oleh warga setempat. Sebenarnya fungsi utama dari danau ini bukanlah untuk destinasi wisata. Pada awal pembangunanya, danau ini berfungsi sebagai penampung air resapan, tetapi seiring berjalannya waktu, danau ini kemudian berfungsi sebagai pusat pelestarian warisan budaya Jakarta yang umum disebut dengan perkampungan Budaya Betawi dan juga tempat wisata. Perkampungan Budaya Betawi ini pertama kali diresmikan oleh Bapak Sutiyoso yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur, yaitu pada tanggal 18 Agustus 2000. (lihat gambar 1)
Di sekeliling danau dapat dijumpai berbagai macam tanaman dan tumbuhan buah buahan. Tanaman dan buah yang ditanam disekeliling danau ini sangat beragam, antara lain Rambutan, Mangga, Pandan, Palem, Melinjo, Kecapi, Jambu, Nangka, Jengkol, dan lain-lain.
Ada satu wahana yang unik di danau ini, yaitu perahu Angsa. Perahu Angsa adalah perahu dengan bentuk replika seekor Angsa atau Bebek. Nah, perahu ini disewakan untuk wisatawan yang ingin berkeliling di tengah danau. Perahu ini bisa digunakan berdua secara berpasangan. Jadi apabila datang ke tempat ini bersama pasangan maupun keluarga, sangat rugi apabila kamu tidak mencoba naik perahu Angsa ke tengah Danau. Harga sewa perahu Angsa ini relatif murah, yaitu hanya berkisar Rp. 5.000 per orang. (lihat gambar 2)
Di sekitar danau juga banyak penjual yang menawarkan berbagai macam makanan dan minuman. Makanan yang umum di jajakan di danau Setu Babakan yaitu makanan khas betawi diantaranya Arum Manis, Kerak Telor, Toge Goreng, Nasi Uduk, Rujak Bebek, Kue Ape, dan lain-lain. Sedangkan minuman yang umum di jajakan di Setu Babakan yaitu Bir Pletok, Es Potong, Es Duren, Es Cendol, dan lain-lain. (lihat gambar 3 dan gambar 7)
Diantara berbagai macam makanan tersebut,Oleh – oleh yang paling favorit di Danau Setu Babakan adalah Dodol Betawi. Makanan yang proses pembuatannya memakan waktu hingga 8 jam ini memiliki 3 rasa orisinil yaitu ketan putih, ketan hitam dan durian. Meskipun bahan baku nya sederhana yaitu ketan, gula merah, gula pasir dan santan tapi rasanya sangat enak.
Mengingat kepadatan Kota Jakarta yang sesak dipenuhi dengan gedung gedung tinggi, jumlah penduduk, dan kepadatan kendaraan, Danau ini hadir sebagai penyegar bagi mereka yang ingin bersantai ria dengan alam.
B. Wisata Budaya Setu Babakan
Setiap wisatawan yang hendak berkunjung ke Danau Setu Babakan berkesempatan untuk menyaksikan Budaya Betawi di kampung Babakan. Berawal dari pintu gerbang masuk menuju danau, wisatawan dapat melihat rumah adat Betawi di kiri kanan sepanjang jalan menuju danau. Ciri khas rumah adat Betawi yaitu adanya hiasan di bagian atap rumah, dan di bagian depan terdapat teras keluarga yang sederhana. Salah satu manfaat teras keluarga di rumah adat betawi adalah menjaga keharmonisan hubungan antar anggota keluarga. (lihat gambar 6)
Selain menyaksikan Rumah Adat Betawi setiap wisatawan juga akan disambut dengan pertunjukan budaya yang dibawakan oleh penduduk setempat, budaya Betawi tentunya. Pertunjukan yang dapat disaksikan ketika berjalan menuju danau antara lain Tanjidor, Lenong, dan Ondel ondel.
C. Rute Menuju Danau Setu Babakan
Rute yang ditempuh dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Apabila menggunakan bis Kopaja, berikut ini rute nya :
Terminal Pasar Minggu => Cimpedak => Blok M => Gerbang Pitung => Danau Setu Babakan
D. Saran dan Tanggapan Terhadap Konservasi Budaya
Setu Babakan sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang berada di Jakarta Selatan memiliki potensi pengembangan yang baik dengan adanya berbagai jenis obyek dan atraksi wisata melalui peningkatan kemampuan masyarakat.
Sampai saat ini, pengembangan kawasan wisata yang diarahkan menjadi daerah tujuan wisata diasumsikan disebabkan antara lain oleh adanya orientasi pembangunan pariwisata yang masih berpegang pada paradigma lama kepariwisataan yaitu pariwisata untuk kemewahan, hura-hura, massal dan kesenangan belaka; masih kurangnya perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap pembangunan pariwisata berkelanjutan dan masih rendahnya peranan lembaga pendidikan dan penelitian untuk mengembangkan cagar budaya dengan orientasi pariwisata.
Tingkat keberhasilan suatu perencanaan pengembangan pariwisata dapat diukur melalui indikator sosial ekonomi antara lain tingkat pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, peningkatan peluang dan kesempatan kerja, pemerataan pendapatan yang ditimbulkan tingkat kunjungan wisatawan.
Sumber : Serangkaian observasi dan riset langsung di tempat, serta wawancara dengan beberapa pedagang makanan tradisional dan pengelola Setu Babakan (dokumentasi gambar 4 dan gambar 5)
Referensi : https://www.tabloidwisata.com/danau-setu-babakan-lokasi-tiket-masuk/
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |