|
|
|
|
|
|
Asal Usul Desa Mainan Tanggal 28 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Dahulu kala, hiduplah Raja Singosari beserta istrinya Dewi Wangi dan putra mereka, Pangeran Putra Singosari, di sebuah istana. Kebahagiaan mereka terganggu saat Dewi Wangi meninggal dunia, meninggalkan kesedihan mendalam bagi raja dan putranya. Untuk mengatasi kesedihan putranya, raja menikah lagi, namun harapan itu sia-sia. Ibu tiri Pangeran Putra Singosari sangat membenci dan menyiksanya setiap hari tanpa sepengetahuan raja. Suatu hari, Pangeran disuruh mencuri uang raja, tetapi ia menolak karena tahu itu perbuatan jahat, sehingga ia dicambuk dengan kejam. Ketika raja kembali, ia melihat putranya sedih dan tubuhnya penuh luka, namun Pangeran berbohong bahwa itu luka jatuh dari pohon karena takut perlakuan lebih sadis dari ibu tirinya. Beberapa waktu kemudian, raja harus pergi membantu desa lain yang sedang berperang, meninggalkan Pangeran dalam kendali penuh ibu tirinya. Selama kepergian raja, ibu tiri memperlakukan Pangeran seperti pembantu, memukuli dan menyiksanya jika pekerjaannya tidak sesuai. Pangeran yang tidak tahan akhirnya memutuskan untuk melarikan diri dari istana. Kepergiannya membuat pegawai istana heboh mencarinya, sementara ibu tiri justru senang dan berharap Pangeran mati agar ia bisa menguasai harta raja. Pangeran Putra Singosari berjalan tanpa arah di hutan hingga tiba di sebuah desa yang terbagi dua: ulu dan ilir. Ia menginap di rumah penduduk yang ramah. Pangeran tinggal bertahun-tahun di desa itu dan tumbuh menjadi pemuda gagah berani yang suka menolong. Desa sebelah ilir dihuni oleh setan-setan yang sering mengganggu penduduk. Karena tidak tahan, penduduk meminta bantuan Pangeran untuk mengusir setan-setan tersebut. Dengan gagah berani, Pangeran berjuang mengusir setan hingga mereka melarikan diri dan tidak lagi berani mengganggu penduduk. Karena dulunya menjadi tempat bermain setan, desa itu kemudian dinamai Desa Mainan. Di desa inilah Pangeran Putra Singosari bertemu kembali dengan ayahnya. Raja Singosari akhirnya menetap di Desa Mainan, dan mereka hidup bahagia.
Cerita rakyat ini berasal dari Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Desa Mainan yang dimaksud dalam cerita ini terletak di Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Sumber: https://irwanpratubangsawans.wordpress.com/2011/04/16/cerita-rakyat-asal-usul-desa-mainan
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |