×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Naskah Kuno dan Prasasti

Elemen Budaya

Naskah Kuno dan Prasasti

Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta

Asal Daerah

Keraton Yogyakarta

Babad Nitik

Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi Fisik

Naskah asli Babad Nitik tersimpan di Perpustakaan (Widyabudaya) Keraton Yogyakarta. Ditulis di atas kertas berukuran folio dengan tinta hitam, menggunakan huruf Jawa dan bahasa Jawa bercampur Kawi. Gubahan ini berbentuk tembang macapat yang terdiri dari tiga puluh lima pupuh tembang. Penulisnya tidak diketahui, tetapi ditulis atas perintah Sultan Hamengku Buwono VII.

Isi/Kandungan

Babad Nitik mengisahkan perjalanan dan pengalaman Sultan Agung sejak masih menjadi putra mahkota hingga masa pemerintahannya di keraton Kerto. Ketika menjadi putra mahkota, Sultan Agung diceritakan melakukan perjalanan gaib ke seluruh Jawa, Asia Tenggara, Timur Tengah, bahkan ke dasar laut dan alam kedewataan. Perjalanan ini bertujuan untuk 'nitik' atau menjajaki keadaan daerah-daerah yang dikunjungi dalam upaya pengembangan kekuasaan. Sang putra mahkota, yang bergelar Pangeran Adipati, selalu mampu menundukkan negara-negara yang dikunjungi dengan kesaktiannya, membuat raja dan rakyatnya bersedia masuk Islam, yang mirip dengan kisah hikayat Amir Hamzah. Babad ini juga berisi hal-hal mistis, seperti pernikahan Sultan Agung dengan Dewi Ratu Kidul, kemampuannya terbang ke Kadewataan dan bertemu tokoh pewayangan Pandawa, serta perjalanannya ke Mekkah dalam waktu singkat, semua ini menunjukkan kualitasnya sebagai Raja-Dewa-Khalifatullah. Babad ini juga berisi informasi mengenai sifat raja yang baik, serta sumbangan Sultan Agung sebagai seniman.

Penanggalan & Asal

Waktu penulisannya disebutkan dengan Sengkalan “Resi nembah ngesthi tunggal”, yang berarti tahun 1867 Jawa atau 1936 Masehi. Naskah ini berasal dari Keraton Yogyakarta.

Informasi Sejarah dan Kebudayaan

Beberapa informasi yang dapat dipertimbangkan untuk kajian lebih lanjut sebagai data sejarah dan kebudayaan dari Babad Nitik antara lain:

  • Sifat seorang raja yang baik: pandai memikat prajurit dengan penghasilan cukup, tidak menyakiti rakyat, bijaksana, hati-hati, cepat mengambil keputusan, pandai mendidik rakyat, waspada terhadap tingkah laku rakyat, bertanggung jawab, berbudi halus dan luhur, taat beragama dan beribadah, sabar berdasarkan kearifan hukum, teguh pendirian, dapat mengelakkan godaan, dan menyebarluaskan agama.
  • Sumbangan Sultan Agung sebagai seniman: menciptakan tari Serimpi, menyempurnakan gamelan dengan menambah instrumen bedug dan saron ricikan, menciptakan gending Andong-andong, Madubrata, Kodok Ngore, dan Monggang, serta menciptakan Wayang Gedhog dalam cerita siklus Panji.
  • Sultan Agung naik takhta pada tahun 1617 Masehi, berbeda dengan catatan sejarah yang menyebutkan tahun 1613.
  • Selama pemerintahannya, beberapa pejabat tinggi diganti: Patih (Tumenggung Mandaraka, Tumenggung Singaranu), Pengulu (Wanatara, Pangeran Kepodang, Kyai Serang, Ahmad Kategan), dan Jaksa (Juru Mayemditi, Kyai Mas Sutamarta).
  • Sultan Agung memugar makam Tembayat pada tahun 1620, tempat makam Pangeran Pandanaran yang mengajar Ilmu Paramawidya kepada Sultan Agung, menjadikan daerah tersebut bebas pajak (perdikan).
  • Sultan Agung membangun pemakaman Imagiri untuk dirinya di bukit Girilaya. Keraton Sultan Agung di Kerto, dibangun setelah naik takhta, menjadi model Keraton Surakarta dan Yogyakarta.

Sumber: https://uun-halimah.blogspot.com/2008/01/babad-nitik.html

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Asal Mula Gunun...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Dahulu kala, Pulau Jawa dipercaya dalam keadaan miring, sehingga para dewa di kahyangan, termasuk Batara Guru dan Batara Narada, berencana me...

Mak Kopi

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Kisah Hidup Mak Kopi adalah gadis Betawi keturunan Tionghoa dari Ciracas. Ia menikah dengan Hadi, anak dari seorang mubaligh Demak dan gadis setempa...

Soto Ayam Santa...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Soto Ayam Santan Medan adalah kuliner khas Medan yang memiliki kuah kental dan berwarna kuning pekat karena penggunaan santan dan kunyit....

Gordang

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Alat Musik

Deskripsi Gordang adalah alat musik tradisional berbentuk gendang yang berasal dari Sumatera Utara. Alat musik ini telah menjadi bagian dari masyara...

Rebana Biang

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Alat Musik

Deskripsi Rebana biang adalah salah satu seni budaya Betawi yang populer di Jakarta, dan dikenal sebagai "terbang" di daerah Jawa. Alat musi...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...