|
|
|
|
|
|
Benteng Tolukko Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Benteng Tolukko merupakan salah satu saksi sejarah yang tetap berdiri kokoh di atas bukit batu di Kelurahan Sangadji, Ternate Utara. Benteng ini, yang pernah dikenal dengan nama Santo Lucas dan Benteng Hollandia, telah melewati berbagai masa kekuasaan, mulai dari Portugis, Kesultanan Ternate, hingga Belanda. Meskipun fungsinya telah berubah, benteng ini tetap menjadi monumen penting yang merefleksikan sejarah panjang Pulau Ternate.
Benteng Tolukko pertama kali dibangun oleh panglima tentara Portugis, Fransisco Serraow, pada abad ke-16 dengan nama Santo Lucas. Tujuannya adalah sebagai pertahanan dan pusat penyimpanan rempah-rempah asli Ternate. Setelah kekuasaan Portugis berakhir pada tahun 1577, benteng ini dikuasai oleh Kesultanan Ternate. Kemudian, Belanda merebutnya dan mengganti namanya menjadi Benteng Hollandia, memugar pada tahun 1610, dan menjadikannya salah satu pertahanan Belanda. Pada tahun 1661, Sultan Mandar Syah dari Ternate diizinkan menempati benteng ini. Nama "Tolukko" mulai digunakan sekitar masa pemerintahan Sultan Kaicil Tolukko pada tahun 1692, atau mungkin merupakan modifikasi dari "Santo Lucas" karena kesulitan masyarakat Ternate melafalkannya.
Awalnya, benteng ini berfungsi sebagai pertahanan dan pusat penyimpanan rempah-rempah oleh Portugis. Lokasinya yang strategis di puncak bukit dekat perairan memungkinkan pengawasan terhadap pergerakan di Istana Kesultanan Ternate. Selama masa Portugis dan Belanda, benteng ini dilengkapi dengan lorong rahasia menuju pantai yang digunakan sebagai jalur pelarian saat terjadi pemberontakan atau situasi genting. Sejak tahun 1996, benteng ini dipugar dan lorong rahasia tersebut ditutup demi alasan keamanan.
Ada dua versi mengenai asal usul nama "Tolukko". Salah satu versi menyebutkan bahwa nama Tolukko mulai digunakan sejak masa pemerintahan Sultan Ternate, Kaicil Tolukko, sekitar tahun 1692. Versi lain menyatakan bahwa nama tersebut merupakan modifikasi dari Benteng Santo Lucas, karena masyarakat Ternate kesulitan melafalkan nama aslinya dan akhirnya menyebutnya “Tolukko”. Meskipun asal-usul nama ini belum sepenuhnya jelas, nama tersebut telah melekat erat pada benteng ini.
Sumber: https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/benteng-tolukko-dengan-kisah-sejarah-indah-di-baliknya
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |