×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Jawa Tengah

Asal Daerah

Dieng, Jawa Tengah

Candi Arjuna

Tanggal 31 Jul 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Candi Arjuna merupakan salah satu candi di kompleks Candi Dieng yang terletak di dataran tinggi Dieng. Candi ini merupakan bagian dari kelompok candi Arjuna yang juga mencakup Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Sembrada, dan Candi Puntadewa. Kelompok candi Arjuna dianggap memiliki bentuk paling utuh dibandingkan kelompok candi lain di kompleks Dieng. Candi Arjuna berlokasi paling ujung dalam kompleksnya, tepatnya di sebelah utara, dengan Candi Semar di depannya yang diperkirakan berfungsi sebagai candi pelengkap atau perwara. Candi Arjuna adalah peninggalan agama Hindu beraliran Syiwa dan diperkirakan sebagai candi Hindu pertama di Jawa. Bangunan keseluruhannya memiliki kemiripan dengan Candi Gedong Songo.

Sejarah Pembangunan

Sejarah pembangunan Candi Arjuna belum bisa dipastikan secara detail karena minimnya sumber valid. Namun, diperkirakan dibangun sekitar pertengahan abad ke-7 hingga awal abad ke-9 Masehi pada masa pemerintahan dinasti Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno, atau bahkan Kerajaan Kalingga. Penemuan prasasti berangka tahun 731 Caka (atau 808 Masehi) dengan aksara Jawa Kuno di sekitar candi mendukung perkiraan ini. Selain Candi Arjuna, candi lain seperti Candi Srikandi, Candi Semar, dan Candi Gatutkaca juga dibangun pada periode yang sama. Kemudian, candi-candi lain di kompleks Dieng seperti Candi Gatutkaca, Candi Dwarawati, dan Candi Bima dibangun sekitar akhir abad ke-8 Masehi (sekitar 780 Masehi). Pemukiman penduduk juga ditemukan di sekitar candi Dieng sekitar abad ke-9 Masehi.

Sejarah Penemuan

Kompleks candi Dieng, khususnya Candi Arjuna, ditemukan pertama kali pada abad ke-19, tepatnya tahun 1814, oleh seorang tentara Belanda bernama Thedorf Van Elf. Saat ditemukan, Candi Arjuna masih tergenang air. Upaya pemeliharaan dimulai 40 tahun kemudian, pada tahun 1856, dengan mengeringkan air telaga di Dieng oleh HC Cornelius yang berkebangsaan Inggris. Proses ini kemudian dilanjutkan oleh J Van Kirnsberg dari Belanda dengan bantuan pemerintah Hindia-Belanda. Setelah pengeringan dan pembersihan, Van Kirnsberg mendokumentasikan candi melalui gambar dan catatan.

Lokasi

Candi Arjuna terletak di dataran tinggi Dieng pada ketinggian sekitar 2.093 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dataran tinggi Dieng berada di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Secara administratif, Candi Arjuna masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara, tepatnya di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur.

Arsitektur

Candi-candi dalam kompleks Arjuna memiliki kemiripan arsitektur, kecuali Candi Semar yang berfungsi sebagai candi perwara. Beberapa istilah arsitektur candi yang relevan meliputi:

  • Penil: Bentuk ornamen yang digunakan sebagai pegangan, biasanya pada tangga.
  • Kala: Makhluk raksasa bermata melotot dan taring, atau disebut buto dalam kepercayaan Jawa. Ukiran kala pada candi biasanya hanya sebatas rahang atas hingga ke atas.
  • Makara: Binatang-binatang mitos dalam agama Hindu.
  • Jalamatra: Saluran air yang berfungsi mengalirkan air dari dalam candi ke luar.
  • Istadewata: Bagian candi yang diyakini sebagai jalan masuk Dewa, terletak di bagian atas candi.
  • Antefik: Ornamen candi yang berada di ujung setiap sisi/ujung candi.
  • Diksa: Jalur peribadatan untuk mengelilingi candi sebelum memasuki candi utama.
  • Batur: Alas candi, di mana pintu candi biasanya lebih tinggi dari tanah. Bagian paling bawah candi disebut batur.
  • Bilik Penampil: Bagian yang sedikit menjorok dibandingkan dinding lainnya, biasanya pada pintu atau jendela.

Sumber: https://sejarahlengkap.com/agama/hindu/sejarah-candi-arjuna

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Sego Abang

Oleh Kyas1 | 31 Jul 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Sego abang atau nasi merah merupakan hasil pertanian dari ladang tadah hujan, khususnya di wilayah Gunungkidul yang tandus. Nasi ini memil...

Wedang Angsle

Oleh Kyas1 | 31 Jul 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Angsle atau wedang angsle adalah makanan khas dari Jawa Timur. Secara tradisional disajikan hangat dan dijajakan berkeliling kampung pada...

Lontong Sayur

Oleh Kyas1 | 31 Jul 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Lontong sayur adalah sajian khas Indonesia yang dapat ditemukan di berbagai tempat, mulai dari pedagang kaki lima hingga mal dan restoran....

Wayang Beber Ja...

Oleh Kyas1 | 31 Jul 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Wayang beber Jaka Kembang Kuning Karangtalun Pacitan digambar dengan sangat luar biasa detail. Setiap adegan dilukis dengan sangat teliti,...

Wayang Topeng P...

Oleh Kyas1 | 31 Jul 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Wayang Topeng Pedhalangan Yogyakarta adalah seni pertunjukan khas dan spesifik yang berkembang di kalangan komunitas seniman dalang di Jog...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...