budaya
|
Permainan Ancong-ancong |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Permainan-Ancong-ancong |
|
Ancong-ancong adalah sebutan bagi orang Yamdena untuk sebuah permainan menebak salah satu tangan pemain yang berada di atas punggung pemain lainnya yang sedang dalam posisi merangkak. Permainan ini terdapat di sekitar Kepulauan Tanimbar, daerah Maluku Utara, Indonesia, khususnya Pulau Yamdena, Se... |
| Permainan Tradisional Maluku |
|
Madudutu Lese |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Madudutu-Lese |
|
Asal Usul Madudutu lese artinya “banting badan”. Dinamakan demikian, karena dalam permainan ini masing-masing pemain berusaha sekuat tenaga agar dapat membanting badan atau tubuh lawannya sehingga jatuh ke tanah dan tidak lagi berdaya untuk membalas bantingan tersebut. Pe... |
| Permainan Tradisional Maluku |
|
Permainan Sife Siflyoi |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Permainan-Sife-Siflyoi |
|
Istilah “sife siflyoi” (bahasa Yamdena) terdiri dari dua kata yaitu “sife” dan “siflyoi”. Kata “Sife” mengandung pengertian yang sama dengan “manut” (bahasa Fordata) yaitu “ayam”. Sedangkan, kata “Siflyoi” yang ju... |
| Permainan Tradisional Maluku |
|
Permainan Tan Besi |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Permainan-Tan-Besi |
|
Tan besi adalah sebutan bagi orang Jailolo dan Sahu di Kabupaten Maluku Utara, Indonesia, untuk sebuah permainan yang dalam bahasa Indonesia diartikan dengan “pagar besi”. Permainan ini dinamakan demikian karena selama permainan berlangsung, para pemainnya akan berbaris membentuk ling... |
| Permainan Tradisional Maluku |
|
Permainan Rumpuat Kakaran |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Permainan-Rumpuat-Kakaran |
|
Rampuat kakaran artinya adalah bermain bilah-bilah bambu. Permainan ini telah lama dikenal oleh orang di Kepulauan Tanimbar, Maluku Utara, khususnya di Pulau Yamdena, Pulau Selaru, Pulau Seira, Pulau Fordata, Pulau Molo, Pulau Larat dan Pulau Labobar. Awal mula permainan Rampuat kakaran sudah tid... |
| Permainan Tradisional Maluku |
|
Permainan Galo-Galo |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Permainan-Galo-Galo |
|
Galo-galo (bahasa Sahu) dapat diartikan dengan “menangkap bilah”. Dinamakan demikian karena dalam permainan ini, pemain diharuskan untuk menangkap bilah bambu dengan menggunakan jari-jari tangan. Jika bilah bambunya tinggal dua buah, maka cara menangkapnya dengan menggunakan jari telu... |
| Permainan Tradisional Maluku |
|
Kerapan Sapi |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Kerapan-Sapi |
|
Kerapan atau karapan sapi adalah satu istilah dalam bahasa Madura yang digunakan untuk menamakan suatu perlombaan pacuan sapi. Ada dua versi mengenai asal usul nama kerapan. Versi pertama mengatakan bahwa istilah “kerapan” berasal dari kata “kerap” atau “kirap”... |
| Permainan Tradisional Jawa Timur |
|
Permainan Massaung Manuk |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Permainan-Massaung-Manuk |
|
Asal Usul Massaung manuk adalah penamaan orang Bugis untuk sebuah permainan yang dalam bahasa Indonesia berarti “sabung ayam”. Massaung manuk dahulu hanya dilakukan para raja dan bangsawan Bugis pada pagi atau sore hari untuk memeriahkan pesta-pesta adat seperti: pelantikan raja... |
| Permainan Tradisional Sumatera Selatan |
|
Permainan Massempek |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Permainan-Massempek |
|
Beraneka ragam permainan rakyat tersebar di seluruh pelosok tanah air, beraneka ragam pula bentuk dan caranya. Di antara permainan rakyat tersebut ada satu yang cukup menarik untuk kita kenal namanya Massempek. Massempek adalah permainan rakyat yang berasal dari Sulawesi Selatan. Permaina... |
| Permainan Tradisional Sulawesi Selatan |
|
Permainan Batewah |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/Permainan-Batewah |
|
Batewah berasal dari kata “tiwah”, yaitu suatu upacara yang dilakukan oleh penganut Kaharingan di pedalaman Kalimantan dalam rangka mengantarkan arwah kerabat yang meninggal ke surga. Perkiraan kata “tewah” berasal dari “tiwah” didasarkan pada adanya kesamaan b... |
| Permainan Tradisional Kalimantan Barat |