|
|
|
|
|
|
Cimplo Khas Indramayu Tanggal 03 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Cimplo khas Indramayu adalah makanan yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga sarat makna budaya. Makanan ini dahulu hanya disajikan pada acara-acara tertentu dengan tujuan untuk menolak bala. Cimplo terbuat dari kombinasi bahan-bahan seperti tepung beras, tape singkong, gula, dan ragi, yang menghasilkan cita rasa yang unik, manis, dan gurih. Selain itu, makanan ini juga memiliki nilai mistis dan simbolis, dianggap sebagai ikon kuliner khas Indramayu.
Cimplo memiliki sejarah panjang yang terkait dengan kepercayaan masyarakat Indramayu. Asal-usulnya berakar dari tradisi leluhur yang percaya bahwa makanan ini dapat mengusir nasib buruk dan mendatangkan keberuntungan. Pada masa lalu, pembuatan cimplo dilakukan untuk menolak bala dan mendatangkan keberuntungan pada setiap acara penting. Makanan ini dianggap sebagai simbol perlindungan dan penghormatan terhadap leluhur yang telah memberikan banyak hikmah serta kearifan lokal. Proses pembuatan cimplo yang tradisional dan penggunaan bahan-bahan mudah didapat, seperti tepung beras dan tape singkong, menunjukkan betapa besarnya nilai kepercayaan dan harapan yang disematkan dalam setiap piring cimplo. Selain nilai mistis, cimplo juga menggambarkan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Indramayu, di mana proses pembuatannya melibatkan semangat gotong royong dan penghormatan terhadap tradisi. Generasi muda diajarkan untuk melestarikan resep dan cara pembuatan cimplo agar nilai-nilai budaya tidak hilang ditelan zaman. Cimplo kerap dikaitkan dengan momen-momen penting dalam kehidupan, seperti perayaan adat, pernikahan, atau acara keluarga, dan melalui cimplo, nilai-nilai kebersamaan, harapan, dan kepercayaan leluhur terus hidup dan diwariskan ke generasi selanjutnya.
Proses pembuatan cimplo dimulai dengan mencampur bahan-bahan utama, kemudian adonan diuleni dan dibentuk. Setelah itu, cimplo direbus hingga matang. Penyajiannya melibatkan siraman gula merah cair, taburan parutan kelapa, dan santan kelapa. Teknik ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran untuk menghasilkan tekstur yang lembut dan cita rasa yang menyatu sempurna. Inovasi modern dapat dilakukan tanpa mengubah cita rasa asli, namun kesetiaan pada resep tradisional penting untuk menjaga keunikan cimplo.
Sumber: https://suaraindonesia.co.id/news/news/679f34544e188/Cimplo-Khas-Indramayu-Menyelami-Tradisi-Sakral-Penolak-Bala
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |