|
|
|
|
|
|
Cinta Segitiga Telukabesi-putidjah-latoewiloeloe Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Kisah ini berpusat pada pertempuran di benteng Kapahaha, Hitu, Ambon, pada tanggal 25 Juli 1646, di mana tentara VOC menyerbu benteng tersebut. Menurut laporan Rumphius (1687), kapten benteng hampir tertangkap, namun salah satu istrinya menghalanginya dan akhirnya ditembak mati. Dalam tradisi lisan desa Morela, istri tersebut diberi nama Putidjah. Ia diceritakan memimpin istri-istri Kapahaha dalam pertarungan. Secara mengejutkan, legenda Morela juga menyebutkan bahwa Putidjah awalnya adalah gadis Belanda, dan ia ditembak mati oleh ayahnya sendiri, Kapten Jacob Verheiden, komandan pasukan VOC yang menyerbu Kapahaha. Namun, sumber-sumber abad ketujuh belas seperti Rumphius dan Hikayat Tanah Hitu tidak menyebutkan detail ini, dan sejarawan kontemporer Maluku tidak yakin akan historisitas cerita Putidjah sebagai gadis Belanda yang membunuh ayahnya.
Tokoh-tokoh utama dalam narasi ini adalah: - **Telukabesi:** Pimpinan militer benteng Kapahaha, suami Putidjah. Ia berhasil melarikan diri saat penaklukan Kapahaha tetapi menyerah dan dieksekusi oleh VOC. - **Putidjah:** Istri Telukabesi yang dalam riwayat desa Morela digambarkan sebagai pimpinan para istri Kapahaha dalam pertempuran dan tewas saat melindungi suaminya. Dalam versi legenda yang lebih dramatis, ia adalah gadis Belanda yang ditembak mati oleh ayahnya sendiri. - **Jacob Verheiden:** Kapten pasukan VOC yang memimpin penyerbuan benteng Kapahaha pada 25 Juli 1646. Dalam legenda Morela, ia adalah ayah dari Putidjah.
Kisah ini berawal dari laporan Rumphius mengenai peristiwa di benteng Kapahaha, Hitu, Ambon pada tahun 1646. Bagian singkat ini kemudian berkembang menjadi novel sejarah Indonesia (1844), Hikayat Ambon (1901), dan sejarah Tanah Hitu. Cerita ini juga diabadikan dalam budaya lisan masyarakat Maluku, khususnya di desa Morela, Hitu, yang menganggap sejarah Kapahaha sebagai bagian dari sejarah heroik mereka. Desa Morela mempertahankan klaim historisnya sebagai pewaris dan penjaga sejarah heroik Kapahaha, bahkan sampai menimbulkan konflik dengan desa tetangga Mamala mengenai pandangan sejarah yang berbeda.
Ada beberapa variasi cerita: - **Versi Rumphius:** Hanya menyebutkan "salah satu dari dua istrinya" yang menghalangi suaminya dan ditembak mati. - **Versi Morela:** Memberikan nama "Putidjah" kepada istri tersebut dan mengklaim ia memimpin para istri Kapahaha dalam pertarungan. - **Versi Legenda Morela yang Lebih Dramatis:** Menambahkan bahwa Putidjah adalah gadis Belanda dan ditembak mati oleh ayahnya sendiri, Kapten Jacob Verheiden.
Sumber: http://mamala-amalatu.blogspot.co.id/2015/09/cinta-segitiga-telukabesi-putidjah.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |