|
|
|
|
|
|
Dam Makam Bulan Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Dam Makam Bulan dibangun pada tahun 1924 bersamaan dengan Dam Kamijoro. Dam ini berfungsi untuk meneruskan aliran air dari Dam Kamijoro yang menyudet aliran Sungai Progo ke arah timur, dengan tujuan mengairi area persawahan di wilayah Bantul sisi barat-selatan dan tengah. Dam ini dilengkapi sistem pintu-pintu air sebagai penerus dan pembagi air dari Dam Kamijoro. Air diambil dari Sungai Progo melalui Dam Kamijoro, kemudian dialirkan melalui saluran di dalam tanah, dengan jarak sekitar 600 meter antara kedua dam. Air selanjutnya diteruskan ke wilayah Kecamatan Pajangan, Kecamatan Pandak, Kecamatan Bambanglipuro, Kecamatan Sanden, Kecamatan Kretek, dan dibuang kembali ke Sungai Progo. Lokasinya berada di sebelah barat-bawah kompleks Makam Bulan, dengan kedalaman enam meter dari permukaan tanah. Dam Makam Bulan memiliki dua pintu air yang mengarah ke selatan (Sungai Progo) dan dua pintu air lainnya mengarah ke wilayah Pajangan dan Sanden, masing-masing dengan panjang 6 m dan lebar 1,5 m. Meskipun awalnya dibangun untuk pengelolaan pabrik gula, masyarakat umum di kawasan tersebut juga mendapatkan manfaat untuk pengairan sawah.
Dam Makam Bulan merupakan pintu air sistem irigasi yang dibangun pada tahun 1924 oleh Joseph Schmutzer dan Julius Schmutzer. Pembangunan dam ini bertujuan untuk kepentingan pengelolaan pabrik gula Gondanglipura, yang juga dikelola oleh Joseph dan Julius Schmutzer sejak tahun 1912. Pabrik gula Gondanglipura sendiri didirikan pada tahun 1862 oleh pasangan dari Belanda, Stefanus Barends dan Elise Fransisca Wilhelmina Kathaus.
Dam Makam Bulan merupakan bagian dari sarana dan prasarana yang dibangun pada tahun 1924 oleh Joseph Schmutzer dan Julius Schmutzer. Pembangunannya bertujuan untuk mendukung sistem irigasi perkebunan tebu, yang menjadi bahan baku utama bagi pabrik gula Gondanglipura. Dam ini juga merupakan bagian dari prasarana yang didirikan di salah satu sisi aliran Sungai Progo.
Dam Makam Bulan merupakan bukti arkeologis arsitektur gaya Eropa yang dapat menjadi sumber pembelajaran. Dam ini dapat digunakan untuk memahami ilmu sejarah, konstruksi bangunan, arsitektur bangunan air, serta sistem pengendalian dan pemanfaatan air sungai secara maksimal. Selain itu, Dam Makam Bulan juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat umum dan siswa mengenai perkembangan seni bangunan air di Indonesia, serta perkembangan kelembagaan atau institusi pengairan dalam mengembangkan daya air di Indonesia.
Dam Makam Bulan berfungsi sebagai sarana irigasi yang berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar, sejak dahulu hingga saat ini.
Sumber: https://jogjacagar.jogjaprov.go.id/detail/2972/displayrecords-i-nama-warisan
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |