×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Cerita Rakyat

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Asal Daerah

Kampar Kiri, Riau

Datuk Nyato Dirajo

Tanggal 27 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Cerita

Pada abad ke-16 Masehi, para datuk di Serantau Kampar Kiri, termasuk Datuk Andomo dari Negeri Domo Kekhalifaan Kuntu, bersepakat untuk mendirikan kerajaan sendiri. Untuk itu, mereka memutuskan untuk meminta seorang anak Raja Pagaruyung yang asli untuk dirajakan di Kampar Kiri, khususnya di kerajaan Gunung Sailan. Delegasi pertama dipimpin oleh Datuk Sanjayo dari Luak Subayang. Di Istana Pagaruyung, Raja Pagaruyung menyetujui permintaan tersebut dan mempersilakan para datuk memilih sendiri anak raja dari sekumpulan anak-anak yang bermain di halaman istana. Datuk Besar, ketua delegasi, memilih seorang anak raja dengan rupa yang paling bagus. Anak tersebut kemudian dibawa ke Kampar Kiri dan didudukkan di singgasana di Gunung Sailan. Setelah upacara sembah raja, anak raja tersebut tiba-tiba sakit dan meninggal dunia, membuat gempar rakyat Kampar Kiri. Para datuk kembali bermusyawarah dan menyimpulkan bahwa anak tersebut mungkin bukan anak raja asli. Delegasi kedua dipimpin oleh Datuk Singo Rajo Babandiang dengan maksud yang sama. Kembali, Raja Pagaruyung mempersilakan memilih anak dari halaman istana. Datuk Godang memilih seorang anak yang diyakininya sebagai anak raja asli. Dalam perjalanan pulang, anak tersebut ditanyai keasliannya sebagai anak raja Pagaruyung. Anak tersebut mulanya mengangguk, namun saat didesak, ia menggelengkan kepala, sehingga diberi gelar "Rajo Ongguak-Geleng". Setelah upacara sembah raja, anak ini juga menderita sakit perut dan meninggal dunia. Dua kegagalan berturut-turut membuat para pembesar Kampar Kiri bingung, namun mereka bertekad untuk mencoba lagi. Delegasi ketiga dipimpin oleh Datuk Andomo. Kali ini, Datuk Andomo tidak langsung ke istana, melainkan pergi ke pasar untuk membeli setandan pisang. Sesampainya di halaman istana, ia memanggil anak-anak yang bermain dan "mengumbuok" mereka dengan pisang. Sambil membagikan pisang, Datuk Andomo bertanya siapa anak raja Pagaruyung yang sebenarnya. Anak-anak tersebut dengan polos menunjuk pada seorang anak laki-laki yang duduk di pinggir halaman istana dan tidak ikut berebut pisang. Datuk Andomo memperhatikan cara anak-anak lain makan pisang, yang beragam dan seringkali langsung membuang kulitnya. Ia kemudian mendekati anak yang ditunjuk, yang secara fisik terlihat biasa saja, berkulit agak hitam, dan tidak terlalu tampan. Meskipun demikian, Datuk Andomo mempersembahkan pisang padanya. Anak tersebut, yang kemudian disebut Tuan Bujang Hitam, menerima pisang dan membukanya selembar demi selembar, menyisakan bagian bawahnya, yang merupakan cara santap istana "Kubak Ajo". Melihat tata krama ini, Datuk Andomo yakin bahwa inilah anak raja asli dari Dinasti Pagaruyung. Datuk Andomo kembali menemui Raja Pagaruyung untuk menyampaikan niatnya membawa anak tersebut. Seperti sebelumnya, Raja Pagaruyung mempersilakan Datuk Andomo memilih. Dengan cepat, Datuk Andomo menggandeng tangan Tuan Bujang Hitam dan membawanya ke hadapan Raja, menyatakan bahwa ia akan membawa anak itu ke Gunung Sailan untuk dijadikan raja. Raja Pagaruyung terkejut karena itu adalah putra satu-satunya, namun karena izin telah diberikan, ia mengiyakan. Tangisan pecah di istana saat Datuk Andomo bersiap membawa Tuan Bujang Hitam pergi.

Sumber: https://minangel.wordpress.com/2017/04/04/hikayat-datuk-nyato-dirajo-diplomat-ulung-kampar-kiri

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Asal Mula Ikan...

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Di Kampung Ulakpatian, hiduplah seorang nelayan tua bernama Ongak Robu yang tinggal sendiri di tepi Batang Rokan. Suatu hari, ia tidak mendap...

Tom-tom Bak

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Permainan Tradisional

Deskripsi Permainan Tom-Tom Bak adalah permainan tradisional anak-anak Melayu Riau yang menantang pemain untuk tetap diam dan tidak tertawa selama p...

Asal Mula Nama...

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Dahulu kala, Pulau Bengkalis, yang saat itu belum bernama demikian, dihuni oleh beberapa keluarga nelayan. Kehidupan di pulau itu sunyi, ruma...

Asal Mula Burun...

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Dahulu kala, di tepi sungai kecil yang jernih, hiduplah sepasang suami istri yang sangat miskin bersama seorang anak laki-laki bernama Atan....

Salawat Dulang

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Kesenian Salawat Dulang merupakan salah satu kesenian tradisi yang bernuansa Islam. Pertunjukan ini dimainkan oleh tiga orang pemain. Seti...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...