|
|
|
|
|
|
Gedung Sobokartti Semarang Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Gedung Sobokartti Semarang terletak di Jalan Dr Cipto No 31-33 Semarang dan dikenal sebagai bangunan cagar budaya serta tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan kesenian. Bangunan ini menyimpan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kesetaraan hak di bidang seni budaya. Desain gedung ini adalah karya arsitek Belanda, Thomas Karsten. Di dalam gedung, terdapat kursi-kursi yang biasa digunakan untuk pentas tarian Jawa, pertunjukan wayang, dan acara budaya lainnya. Sebuah papan nama bertuliskan "De Volks-Kunst Vereeniging. ‘SOBOKARTI’ Perkumpulan Seni-Budaya dan Gedung Cagar Budaya" terpampang di depan gedung.
Tanggal berdiri Gedung Sobokartti yang tertera pada papan nama adalah 5 Oktober 1929. Namun, perkumpulan Sobokartti sendiri telah disahkan pada 6 September 1926 berdasarkan anggaran dasar Kunstvereeneging Sobokartti. Menurut Ketua Perkumpulan Seni-Budaya Sobokartti, Tjahjono Rahardjo, tanggal pendirian pasti Sobokartti tidak diketahui. Dalam surat keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada September 1929 mengenai perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Sobokartti, disebutkan bahwa Sobokartti telah berdiri sejak 9 Desember 1920. Pembentukan Volks-Kunst Vereeneging Sobokartti di Semarang berkaitan dengan politik etis pemerintah kolonial Belanda yang memberikan kesempatan bagi masyarakat pribumi untuk mendapatkan pendidikan modern. Hal ini mendorong munculnya kelompok terpelajar yang bangga akan budaya mereka. Seorang arsitek Belanda, Herman Thomas Karsten, bersama Prangwadana (kemudian Mangkunegara VII) dan Dr. Radjiman, menggagas pembentukan Volks-Kunst Vereeniging Sobokartti di Semarang, mengikuti berdirinya organisasi Kridha Beksa Wirama (KBW) di Yogyakarta pada 17 Agustus 1918.
Sampai saat ini, Gedung Sobokartti berfungsi sebagai tempat gladen (latihan) untuk berbagai jenis tarian, baik tari baru maupun lama, serta kursus pedalangan, karawitan, gamelan, dan pranatacara. Banyak alumni kegiatan ini yang kemudian menjadi dalang cilik. Pengurus Sobokartti, Akso Prabu Wisnu Aji, menjelaskan bahwa pihaknya juga menjalin kerja sama dengan sekolah dasar untuk memberikan arahan kepada orang tua murid agar anak-anak mereka mengenal budaya Jawa, sebagai upaya melestarikan nilai-nilai kearifan lokal kebudayaan Jawa.
Gedung Sobokartti adalah warisan dari Thomas Karsten, seorang berkebangsaan Belanda yang menyukai kebudayaan Jawa. Ia membeli dan membangun lahan seluas 2000 meter persegi yang kini menjadi lokasi gedung cagar budaya ini. Konsep rancangan Gedung Sobokartti ini dinilai masih relevan dan sesuai dengan karakter seni pertunjukan Jawa yang demokratis.
Meskipun merupakan satu-satunya gedung pertunjukan yang sesuai dengan karakter seni pertunjukan Jawa, Gedung Sobokartti saat ini rawan banjir, terutama saat hujan deras. Pengunjung berharap pemerintah kota memperhatikan kondisi ini dan mengatasi kerusakan lingkungan agar benda peninggalan sejarah ini tidak rusak.
Sumber: https://halosemarang.id/mengintip-gedung-sobokartti-semarang-peninggalan-arsitek-belanda-thomas-karsten
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |