|
|
|
|
|
|
Gending Bebotoh Tanggal 03 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Seorang "bebotoh" (penjudi sabung ayam) menjalani hidupnya hanya untuk memperturutkan nafsunya. Baginya, berjudi berarti mempertaruhkan keinginannya. Ia menghabiskan waktu setiap hari mengurus ayam sabungnya: sore hari membersihkan ayam, siang hari memandikan, malam hari membersihkan kotoran ayam, dan pagi hari memberi makan. Hanya ayamnya yang mampu membuat hatinya senang. Siang malam pikirannya hanya tertuju pada arena tajen (sabung ayam). Ketika akan berangkat ke tajen, ia sama sekali tidak peduli pada dapur. Anaknya menangis meminta dibelikan baju baru karena baju lamanya sudah usang dan robek. Istrinya meminta uang untuk membeli bahan makanan, namun ia menjawab dengan kasar. "Dasar kamu, anakku! Menghalang-halangi jalanku pergi ke tajen. Tidakkah kamu tahu? Ini... ini biar kamu tahu, ayam jago biying alab sangkur janggaran, pakai-pakaian sandeh jambul godeg drupa dimpil karo dari desa Plaga, ratunya turunan ayam. Maka dari itu disebut biying pamlagaan, sanggup bertarung dan mengalahkan musuhnya di arena tajen. Aku sudah menjual sawah di labakan sebelah barat, memang hanya untuk dipertaruhkan dengan si biying plaga. Barangkali kamu punya sisa uang yang kamu simpan di sabukmu? Ayo... ayo berikan! Mari habiskan untuk dipertaruhkan dengan si biying plaga. Pertaruhkan dengan segala kekayaan kita. Agar kamu tahu, ayam ini sanggup memberimu perhiasan satu suap, kaya mendadak haha.... ha.... ha... ha!!!???" "Nanti saja beli bahan makanan. Kalau sudah menang, nah... baru beli bahan makanan. Atau jangan-jangan kamu tidak perlu lagi masak, nasi sudah matang, nasi dan lauknya aku belikan. Darah ayam dijadikan kuah, mantap..." "Kamu anak Bapak jangan menangis. Tersenyumlah! Nanti kalau Bapak menang, Bapak belikan baju baru. Nah... bagaimana perasaanmu? Berapa banyak baju yang ingin kamu beli? Warna apa yang kamu inginkan? Bahkan jika lebih dari seribu tali, Bapak sanggup membelikannya. Bagaimana nanti, kamu akan memegang uang berlipat ganda, hi... hi... hahahaha." Istrinya lalu menyahut, "Bagaimana, Kak? Katanya punya sawah hanya di labakan sebelah barat saja, sekarang itu Kakak gadaikan untuk memperturutkan nafsu. Dari mana Kakak dapat uang itu sehingga bisa menggadaikannya? Jangan-jangan Kakak yang membeli sawah itu? Kakak lupa? Coba jawab aku! Bukankah sawah itu adalah pemberian orang tuaku di sebelah timur saat kita menikah, karena Kakak diketahui tidak punya apa-apa. Jika itu sampai Kakak jual, aku akan menuntut. Aku akan pulang, bercerai dengan Kakak!" Saudara Rare Angon Nak Bali Belog yang saya cintai. Sang suami tidak menjawab apa-apa lagi. Dengan kasar mengambil tempat ayamnya, lalu keluar begitu saja tanpa menoleh ke belakang. Konon ayamnya kalah! Sesampainya di rumah, ia merasa lapar dan kehausan. Ia mendapati rumahnya kosong, istri dan anaknya tidak ada di rumah. Seperti orang mabuk, ia berteriak-teriak memanggil istrinya. Matanya merah, masuk ke dapur mendapati periuk kosong. Periuknya dibanting. Piring? Piring berhamburan. Gentong? Gentong ditendang. Semua yang ditemukannya tidak dibiarkannya utuh. Untungnya istri dan anaknya masih di rumah tetangga meminta nasi, jika tidak, mungkin kepalanya akan dipukul. Tidak hanya sampai di situ kegelisahannya. Sampai-sampai para Dewa pun ia marahi. Semua batara ia caci maki, leluhurnya dibilang tidak sueca (berkenan). Semuanya disalahkan. Sanggahnya dihancurkan, tidak ada canang sari yang dipersembahkan, melainkan kotoran sapi yang dipersembahkan. Lelah mengamuk, ia masuk ke kamar. Tidur di bawah dipan, mendengkur menyesali diri, pikirannya kalut memukul-mukul kepala, mencengkeram keningnya... Cet... Cet... Cet....
Sumber: https://rare-angon.blogspot.com/2012/04/satua-mebasa-bali-gending-bebotoh.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |