×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Cagar Budaya

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta

Asal Daerah

Kabupaten Sleman

Gereja Kristen Jawa Pakem Taman Lansia Ceria

Tanggal 29 May 2025 oleh Bernadetta Alice Caroline. Revisi 2 oleh Bernadetta Alice Caroline pada 03 Jun 2025.

Bangunan GKJ Pakem merupakan bagian dari kompleks sanatorium Pakem, yang didirikan sebagai respon terhadap lonjakan kasus tuberculosis di Hindia-Belanda pada awal abad ke-20, saat obat dan vaksin untuk penyakit ini belum ditemukan. Sanatorium dibangun untuk mengkarantina penderita tuberculosis guna mencegah penularan. Keberadaan sanatorium di Indonesia dimulai pada tahun 1900-an, dengan pandangan bahwa tuberculosis adalah penyakit yang jarang terjadi di negara tropis. Kompleks Sanatorium Pakem dibangun sebagai solusi untuk mengatasi kekurangan kapasitas di rumah sakit zending di berbagai kota seperti Solo, Klaten, Yogyakarta, dan sekitarnya. Lokasi di Pakem, 19 kilometer ke utara Yogyakarta, dipilih karena jauh dari keramaian dan memiliki udara yang dianggap mendukung pemulihan pasien. Pembangunan sanatorium dimulai pada Oktober 1935 dan dirancang oleh kantor arsitektur Sindoetomo, termasuk pemasangan listrik dan pipa air. Sanatorium diresmikan oleh Sultan Hamengkubuwono VIII pada 23 Juni 1936, dihadiri oleh residen Yogyakarta, J. Bijleveld, dan direktur Petronella Hospitaal, Dr. K.P Groot. Pembangunan sanatorium dilakukan secara bertahap karena krisis ekonomi pada tahun 1930-an, dengan gereja sebagai bangunan terakhir yang dibangun, dimulai pada 11 April 1940, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Maria Martha Groot, putri Dr. K.P. Groot. Kompleks Panti Asih Pakem terletak di Padukuhan Panggeran, Desa Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman. Dahulu, kompleks ini berfungsi sebagai sanatorium, yaitu sarana kesehatan khusus untuk mengkarantina penderita penyakit paru-paru. Saat ini, kompleks Panti Asih terdiri dari beberapa bangunan, antara lain: Bangunan Administrasi, Paviliun A, Paviliun B, Paviliun C, Ruang Isolasi, bekas rumah dinas dokter, binatu dan dapur, serta gereja. Gereja Kristen Jawa Pakem, yang menghadap ke arah barat, merupakan bangunan satu lantai dengan denah berbentuk persegi. Bangunan ini mengadopsi gaya arsitektur tropis modern dengan atap gambrel (perpaduan atap limas dan pelana) dari genteng, dinding batu bata, dan sudut-sudut bawah dinding yang dilapisi batu kali. Pintu menggunakan jenis pintu papan, jendela berupa panel kaca dengan bingkai kayu, lantai terbuat dari tegel PC (Portland Cement), dan plafon dari anyaman bambu. Di atas pintu masuk terdapat inskripsi dari Injil Kitab Petrus 2:21 yang berbunyi, "KRISTOES WOES NANDANG SANGSARA KARANA KOWE. CHRISTUS HEEFT VOOR U GELEDEN," dan di samping kanan pintu masuk terdapat inskripsi yang menyatakan, "DIT EERSTE STEEN VAN DIT GEBOUW IS GELEGD OP 11 APRIL 1940 DOOR MARIA MARTHA GROOT OUD 5 JAAR," menandai upacara peletakan batu pertama gereja pada 11 April 1940 oleh Maria Martha Groot, putri dokter K.P. Groot. Gereja ini memiliki satu ruang besar memanjang timur-barat untuk kebaktian dengan jemaat menghadap ke timur, serta ruang pertemuan di belakang mimbar untuk penatua dan persiapan pendeta. Mimbar dan kursi kayu yang digunakan sejak awal pembangunan masih ada hingga sekarang.

DISKUSI


TERBARU


Timun Mas: Buka...

Oleh Kianasarayu | 19 May 2026.
Cerita Rakyat

Timun Mas: Bukan Sekadar Gadis Pemberani, Tapi... Lead Kisah Di sebuah kampung di Jawa Tengah, hiduplah seorang janda paruh baya bernama Mbok Sri...

Celempung Sunda...

Oleh Kianasarayu | 19 May 2026.
Alat Musik Tradisional

Celempung Sunda: Melodi Tatar Sunda yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Provinsi Jawa Barat, yang dalam bahasa Sunda dikenal sebagai Tatar S...

Batik: Lebih da...

Oleh Kianasarayu | 19 May 2026.
Batik

Batik: Lebih dari Sekadar Motif, Warisan Luhur Bangsa Identitas dan Asal-Usul Batik motif Parang merupakan salah satu ragam hias batik paling iko...

Papeda: Lebih d...

Oleh Kianasarayu | 19 May 2026.
Kuliner

Papeda: Lebih dari Sekadar Bubur Sagu Papua Identitas Kuliner Papeda adalah makanan khas yang berasal dari Kepulauan Maluku dan pesisir barat Pap...

Kebaya Kutubaru...

Oleh Kianasarayu | 19 May 2026.
Pakaian Tradisional

Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Sejarah di Setiap Jahitan Identitas dan Asal-Usul Kebaya merupakan pakaian tradisional perempuan Indonesia yang mem...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...