|
|
|
|
|
|
I Berit Kuning Tanggal 03 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Ida Dalem Manguri memiliki kegemaran berburu ke hutan. Suatu hari, saat berburu, beliau bertemu dengan seorang wanita cantik jelita yang bernama I Berit Kuning. Saat ditanya siapa yang melahirkannya, I Berit Kuning menjawab bahwa ibunya adalah pisang gedang saba. Dalem Manguri tidak percaya, tetapi karena kecantikannya, beliau melamar I Berit Kuning untuk menjadi istrinya. I Berit Kuning ragu karena merasa rendah diri sebagai wanita hutan yang tidak tahu sopan santun istana, namun Dalem Manguri meyakinkannya. Akhirnya, I Berit Kuning bersedia dan dibawa ke istana. Mereka memiliki dua putra, keduanya laki-laki. Suatu hari, Dalem Manguri menyatakan keinginannya untuk berburu lagi dan meminta I Berit Kuning untuk "mengolah" kedua putranya agar mulus tubuhnya. I Berit Kuning salah menafsirkan perintah tersebut. Ia mengira Dalem Manguri menyuruhnya mengolah putranya menjadi masakan. Ia lalu mengambil putra bungsunya, memotong lehernya, dan mengolahnya menjadi hidangan. Saat Dalem Manguri kembali dan menanyakan keberadaan putra bungsunya, I Berit Kuning menjawab bahwa ia telah melaksanakan perintah Dalem Manguri untuk "mengolah" putranya. Dalem Manguri sangat marah, menuduh I Berit Kuning sebagai wanita hutan yang tidak mengerti apa-apa, dan memukulinya hingga babak belur. Dalem Manguri mengusir I Berit Kuning dari istana kembali ke hutan, diiringi oleh masyarakat yang diinstruksikan Dalem Manguri. Beberapa waktu kemudian, putra sulung Dalem Manguri, yang sudah dewasa, merasa kesepian karena tidak memiliki ibu. Ia bertanya kepada ayahnya tentang ibunya. Dalem Manguri menceritakan bahwa ibunya adalah I Berit Kuning, wanita hutan yang lahir dari pisang gedang saba, dan bahwa ia telah membunuh adiknya dan diusir ke hutan. Putra sulung Dalem Manguri merasa sedih dan ingin mencari ibunya. Dalem Manguri mengizinkannya dan memberitahu bahwa jika ia menemukan pohon pisang gedang saba, ia harus memanggil ibunya di sana. Putra sulung Dalem Manguri pergi ke hutan dan menemukan pohon pisang gedang saba. Ia memanggil ibunya, "Mémé... mémé Berit Kuning, tiang panak méméné." I Berit Kuning terkejut dan melihat putranya. Ia ketakutan dan melarikan diri, berpikir bahwa putranya akan membunuhnya. Putra sulung terus mengejar, mencoba menjelaskan bahwa ia adalah putranya. Namun, I Berit Kuning terus berlari hingga menemukan sebuah sumur di tengah hutan. Ia menceburkan diri ke dalam sumur. Dari sumur itu kemudian tumbuh pohon timbul dan muncul burung tuu-tuu yang bersuara "tuhu... tuhu". Putra sulung menganggap burung itu adalah jelmaan arwah ibunya dan menyembahnya, memohon keselamatan. Setelah itu, ia kembali ke istana dan menceritakan apa yang terjadi kepada ayahnya.
Sumber: https://www.suarasakingbali.com/2017/08/i-berit-kuning_8.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |