|
|
|
|
|
|
Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
“Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin” adalah pesan wasiat dari Sunan Gunung Jati yang berarti "Aku titip masjid dan fakir miskin". Pesan ini dinilai masih sangat relevan dengan kondisi zaman sekarang dan merupakan misi seorang raja dan wali.
Dalam pesan ini, 'tajug' dapat diartikan sebagai masjid atau mushola, yang merupakan bangunan ibadah umat Muslim dan melambangkan kemuliaan. Mengacu pada sifat Sunan Gunung Jati sebagai seorang sufi, "kemuliaan" ini lebih merujuk pada kemuliaan jiwa manusia. Ini adalah pesan tersirat untuk menjaga kemuliaan dalam diri, membersihkan jiwa, serta mencakup moral, etika, dan etiket. Misi ini bertujuan agar setiap individu bertanggung jawab atas tindakannya, yang dapat dicapai melalui pendidikan. Tajug juga dapat diartikan sebagai sarana pendidikan untuk menciptakan generasi yang berkarakter dan beradab.
Pesan "fakir miskin" tidak hanya ditujukan untuk kaum duafa, anak yatim-piatu, dan sejenisnya, tetapi lebih luas lagi merupakan isyarat Sunan Gunung Jati sebagai seorang raja untuk menciptakan keadilan bagi masyarakatnya. Ini selaras dengan pesan UUD 1945 "pelihara fakir miskin" yang berarti keadilan sosial, mencakup jaminan kesehatan, pendidikan, supremasi hukum, dan kesetaraan. Sebagai seorang sufi, Sunan Gunung Jati juga menujukan pesan ini kepada orang-orang kaya untuk menunaikan hak fakir miskin dari harta mereka, agar masalah kemiskinan dan kekurangan pangan, termasuk stunting, dapat teratasi. Hal ini juga meliputi aspek pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan dan kemandirian masyarakat.
Pesan Sunan Gunung Jati ini mengajak para pemimpin untuk kembali pada panggilan moral, tidak hanya mementingkan diri sendiri tetapi juga memperhatikan hak-hak masyarakat. Selain itu, seruan ini menekankan tanggung jawab setiap individu atas pekerjaannya, karena setiap tindakan baik atau buruk akan dipertanggungjawabkan, yang pada akhirnya akan membawa pada "kemuliaan" tertinggi.
Sumber: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2023/10/07/membaca-pesan-sunan-gunung-jati-ingsun-titip-tajug-lan-fakir-miskin
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |