|
|
|
|
|
|
Jaka Kembang Kuning Tanggal 24 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Prabu Brawijaya dari Kerajaan Kediri bersedih karena putrinya, Dewi Sekartaji, menghilang. Jaka Kembang Kuning, utusan dari Kademangan Kuning, menawarkan diri untuk mencari sang putri. Pada saat yang sama, Prabu Klana Gendingpita dari Kerajaan Surateleng datang melamar Dewi Sekartaji, dan Prabu Brawijaya berjanji akan menerima lamaran itu jika Dewi Sekartaji ditemukan. Dalam perjalanannya mencari Dewi Sekartaji, Jaka Kembang Kuning yang ditemani dua punakawannya, Tawangalun dan Nalederma, bertemu dengan tiga kesatria, Ganggawercitra, Jaladara, dan Gendrayuda, yang ingin menjadi abdinya. Jaka Kembang Kuning menolak karena mengetahui mereka adalah pengikut Prabu Klana yang ingin memata-matainya dan menyarankan mereka untuk mengabdi kepada Raden Gandarepa. Dewi Sekartaji, yang ternyata adalah anak pungut Tumenggung Conaconi di Katumenggungan Palohamba, berpamitan untuk berbelanja di pasar. Di pasar Katumenggungan, Jaka Kembang Kuning mengadakan tontonan dan Dewi Sekartaji mengenalinya sebagai Panji Asmarabangun, kekasihnya, lalu pingsan. Jaka Kembang Kuning kembali ke Kademangan Kuning dan melaporkan pertemuannya. Ki Demang Kuning menyuruh Tawangalun menyampaikan berita penemuan Dewi Sekartaji kepada Prabu Brawijaya, dan Nalederma untuk mengantar kendhaga kepada Dewi Sekartaji. Di taman sari kerajaan Kediri, Retno Mindaka, abdi kepercayaan Prabu Brawijaya, menolak lamaran Prabu Klana yang diwakilkan adiknya, Retno Tenggaron, sehingga terjadi pertarungan yang dimenangkan Retno Mindaka. Tawangalun menyampaikan pesan Demang Kuning kepada Prabu Brawijaya. Prabu Klana mendesak untuk dinikahkan dengan Dewi Sekartaji, namun Prabu Brawijaya mensyaratkan Prabu Klana mengalahkan Tawangalun terlebih dahulu. Patih Kebolorodan, wakil dari Prabu Klana, bertarung melawan Tawangalun dan berhasil memenangkannya. Jaka Kembang Kuning dan Nalederma datang dan Nalederma melanjutkan pertarungan, membunuh Patih Kebolorodan. Tawangalun dihadiahi keris Pasopati oleh Patih Sedahrama. Prabu Klana kemudian menyamar menjadi Raden Gandarepa untuk menemui Dewi Sekartaji, tetapi Dewi Sekartaji mencurigai gerak-geriknya. Raden Gandarepa asli datang dan mengalahkan Prabu Klana palsu. Akhirnya, Tawangalun membunuh Prabu Klana dengan keris Pasopati. Prabu Brawijaya menerima laporan dan memutuskan untuk menikahkan Dewi Sekartaji dengan Jaka Kembang Kuning, dan upacara pernikahan pun segera dilaksanakan.
Sumber: https://wayang.wordpress.com/2006/10/24/jaka-kembang-kuning
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |