|
|
|
|
|
|
Joko Piturun Tanggal 27 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Joko Piturun adalah keris pusaka yang melegenda di Madura, khususnya Pamekasan. Keris ini dikenal sangat ampuh dan memiliki kekuatan mistik. Joko Piturun awalnya didapatkan Panembahan Ronggosukowati dari tiga orang tamu asing yang datang secara terpisah membawa bagian-bagian keris.
Keris Joko Piturun merupakan kesatuan dari landiyan (ukiran pegangan), warangka, dan bilah keris yang dibawa oleh tiga tamu asing. Panembahan Ronggosukowati menyuruh ahli pandai keris untuk merangkai semua bagian tersebut, dan semuanya cocok tanpa perlu diubah, membentuk sebuah keris yang sangat indah.
Keris Joko Piturun digunakan oleh Panembahan Ronggosukowati sebagai pusaka yang menambah kewibawaannya. Keris ini dipercaya memiliki kemampuan untuk mematikan dan menghidupkan kembali orang, seperti yang ditunjukkan saat Panembahan Ronggosukowati menggunakannya pada seorang tahanan. Kekuatan keris ini juga disebut-sebut membuat Pamekasan aman dan tenteram pada masa itu, serta turut berkontribusi dalam kemenangan Panembahan Ronggosukowati saat menghadapi serangan pasukan Bali.
Sebagai pusaka raja, Joko Piturun melambangkan kekuatan, kewibawaan, dan keadilan Panembahan Ronggosukowati. Kekuatan mistiknya menegaskan kekuasaan dan karisma raja tersebut. Kisah pembuangannya juga mengandung pesan bahwa kekuatan yang terlalu besar jika tidak dikendalikan dapat memiliki konsekuensi yang tak terduga.
Keris Joko Piturun berasal dari Pamekasan, Madura, dan menjadi pusaka utama Panembahan Ronggosukowati, penguasa Pamekasan. Keris ini didapatkan dari hadiah tiga orang tamu asing yang tidak diketahui asal-usulnya.
Pada masa awal Panembahan Ronggosukowati menjadi Raja Pamekasan, ia menerima hadiah landiyan, warangka, dan bilah keris dari tiga tamu asing. Setelah dirangkai, keris itu diberi nama Joko Piturun. Keris ini dikenal karena kesaktiannya, termasuk kemampuannya menghidupkan dan mematikan orang, serta membantu Panembahan Ronggosukowati dalam peperangan dan menjaga keamanan Pamekasan. Namun, karena insiden perselisihan dengan Panembahan Lemah Duwur dari Madura Barat yang mengakibatkan kematian Lemah Duwur akibat tuah keris, Panembahan Ronggosukowati menyesal dan membuang keris Joko Piturun ke rawa Se Ko’ol di keraton Mandilaras pada tahun 1592 Masehi. Keris itu kemudian tidak pernah ditemukan lagi.
Sumber: https://mamira.id/kisah-joko-piturun-pusaka-sakti-raja-madura-yang-bersembunyi-di-kolam-keraton-mandilaras
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |