|
|
|
|
|
|
Kangsa Adu Jago Tanggal 24 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Prabu Basudewa dari Kerajaan Mandura mengadakan pertemuan dengan adiknya, Aryaprabu Rukma dan Arya Ugrasena, membahas sepak terjang Adipati Kangsa yang mencurigakan. Aryaprabu Rukma mengingatkan bahwa Kangsa adalah putra Dewi Mahera dan Prabu Gorawangsa, bukan putra kandung Prabu Basudewa, sehingga mungkin ia ingin membalas dendam. Adipati Kangsa tiba-tiba muncul dan meminta izin menyerang Desa Widarakandang, tempat tinggal pemuda bernama Kakrasana yang berkulit bule, menanam beringin kembar, membangun tembok benteng, dan memelihara gajah, yang dianggap sebagai tindakan makar. Prabu Basudewa menolak, dan meminta Patih Saragupita untuk menegur Kakrasana. Kangsa mengaku sudah tahu bahwa Kakrasana dan adik-adiknya, Narayana dan Rara Ireng, adalah putra kandung Prabu Basudewa yang disembunyikan. Karena tidak diizinkan menyerang Widarakandang, Kangsa mengancam akan menyerang Kerajaan Mandura. Arya Ugrasena yang marah melabrak Kangsa keluar istana. Di luar, Kangsa dan Patih Suratimantra sudah bersiaga dengan pasukan besar. Pertempuran pun pecah, dan Adipati Kangsa, bersenjatakan gada besar Lohitamuka pemberian Resi Anggawangsa, berhasil melumpuhkan Arya Ugrasena dan Prabu Basudewa, sementara Patih Suratimantra menangkap Aryaprabu Rukma dan Patih Saragupita. Pasukan Mandura kocar-kacir dan menyerah. Adipati Kangsa kini berkuasa atas Mandura, mengganti gelarnya menjadi Prabu Kangsadewa. Ia mengumumkan akan mengadakan pertandingan adu jago manusia tujuh hari lagi di alun-alun, di mana Kakrasana dan Narayana dari Desa Widarakandang harus melawan jago-jago raksasa dari Kadipaten Sengkapura. Jika kedua pemuda itu tidak hadir, Prabu Basudewa akan disembelih di depan rakyatnya. Kangsadewa menolak keinginan Prabu Basudewa untuk segera dibunuh, ingin Basudewa merasakan penderitaan dipenjara tujuh hari tujuh malam sebagai balasan atas pembuangan Dewi Mahera. Prabu Basudewa dan Arya Ugrasena diikat rantai di dalam penjara. Arya Ugrasena memaki Kangsadewa dan tidak lagi mengakuinya sebagai anak angkat. Kangsadewa mengaku sudah lama tahu Prabu Gorawangsa adalah ayah kandungnya, tetapi karena kebaikan Arya Ugrasena di masa lalu, ia mengizinkan Ugrasena menemaninya di penjara dengan tangan terikat. Mengenai Aryaprabu Rukma yang membunuh Prabu Gorawangsa tetapi tidak tega membunuh Dewi Mahera, Kangsadewa berterima kasih dan tidak memenjarakannya. Ia memerintahkan Aryaprabu Rukma untuk pergi ke Desa Widarakandang menjemput Kakrasana dan Narayana untuk pertandingan adu jago. Aryaprabu Rukma menerima tugas itu sambil memikirkan cara lolos. Ia berangkat ke Widarakandang dikawal pasukan raksasa yang dipimpin Ditya Kalanasura, yang juga diperintahkan membawa Rara Ireng ke istana untuk dikawini Prabu Kangsadewa. Prabu Basudewa semakin marah dan mengutuk Kangsadewa. Setelah itu, Prabu Kangsadewa pergi menemui sahabatnya, Prabu Jarasanda, raja Magada.
Sumber: http://albumkisahwayang.blogspot.co.id/2016/09/kangsa-adu-jago.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Kangsa Adu Jago — Cerita Rakyat, Surakarta, Kediri · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |