|
|
|
|
|
|
Kera Dan Ayam Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Alkisah, di suatu negeri di Sulawesi Tenggara, terjalin persahabatan antara seekor Kera dan seekor Ayam. Namun, persahabatan mereka tidak berlangsung lama karena Kera sering menyakiti Ayam. Suatu sore, Kera mengajak Ayam berjalan-jalan. Saat hari mulai gelap dan Kera merasa lapar, ia tiba-tiba menangkap Ayam dan mulai mencabuti bulunya. Ayam meronta-ronta dengan sekuat tenaga dan berhasil melarikan diri. Ia berlari sekuat tenaga dan beruntung menemukan kediaman Kepiting, teman sejatinya. Dengan tergopoh-gopoh, Ayam masuk ke lubang Kepiting dan disambut dengan senang hati. Ayam menceritakan semua kejadian yang dialaminya, dari persahabatannya dengan Kera hingga pengkhianatan Kera yang ingin memakannya. Mendengar hal tersebut, Kepiting sangat kesal dan geram. Ia menyerukan untuk memberi pelajaran kepada Kera yang tidak tahu arti persahabatan. Kepiting dan Ayam kemudian menyusun rencana untuk membalas perbuatan Kera. Mereka sepakat untuk mengundang Kera berlayar ke pulau seberang yang penuh buah-buahan menggunakan perahu buatan mereka sendiri dari tanah liat. Keesokan harinya, Ayam mengundang Kera. Karena sifat rakusnya, Kera dengan cepat menyetujui ajakan tersebut. Mereka pun berangkat berlayar menuju pulau seberang. Di tengah lautan, Ayam dan Kepiting mulai berpantun. Ayam berkokok "Aku lubangi ho!!!" dan Kepiting menjawab "Tunggu sampai dalam sekali!!" Setiap kali Ayam berkata demikian, ia mencotok-cotok perahu tanah liat itu. Lama-kelamaan, perahu yang mereka tumpangi bocor dan akhirnya tenggelam ke dalam lautan. Melihat perahu tenggelam, Kepiting dengan sigap menyelam ke dasar laut, sedangkan Ayam terbang ke darat. Kera tertinggal di tengah laut tanpa daya dan berteriak minta tolong. Namun, tidak ada binatang yang mau menolongnya karena semua sudah tahu Kera adalah makhluk yang suka berkhianat dan tidak setia pada temannya. Tak lama kemudian, Kera tenggelam dan tewas karena tidak bisa berenang dan bernafas di tengah laut.
Cerita rakyat ini berasal dari Sulawesi Tenggara dan dikisahkan secara turun temurun.
Sumber: https://indosastra.com/cerita-anak-rakyat-dongeng/legenda-kera-dan-ayam-cerita-rakyat-sulawesi-tenggara
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |