|
|
|
|
|
|
Kidung Singgah-singgah Tanggal 31 Jul 2026 oleh Kyas1 . |
Kidung Singgah-Singgah adalah kidung yang dilantunkan dalam ritual Bedhol Pusaka Satu Suro di Ponorogo. Kidung ini merupakan bagian dari upaya napak tilas atau mengenang terbentuknya Ponorogo. Kidung Singgah-Singgah menggunakan perpaduan tiga bahasa, yaitu Jawa, Jawa Kuno, dan Arab. Makna yang dominan dalam kidung ini adalah makna konotatif dan afektif yang terdapat pada keempat baitnya. Secara umum, Kidung Singgah-Singgah dimaknai sebagai upaya tolak bala dan pengingat bagi manusia untuk senantiasa mengingat dan menyembah Tuhannya.
Kidung Singgah-Singgah berasal dari Ponorogo dan dilantunkan dalam ritual Bedhol Pusaka Satu Suro, yang merupakan ritual untuk mengenang terbentuknya Ponorogo.
Sumber: https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/jurnal_bahasa/article/view/2086
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |