|
|
|
|
|
|
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Tanggal 31 Jul 2026 oleh Kyas1 . |
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang terletak di Kota Yogyakarta. Meskipun Kesultanan Yogyakarta telah bergabung dengan Republik Indonesia, keraton ini tetap berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan menjalankan tradisi kesultanan. Beberapa kompleks keraton dibuka untuk umum sebagai objek wisata.
Dalam pembangunannya, keraton menggunakan bahan tradisional alami seperti kayu jati dan batu alam. Arsitektur ini juga melibatkan penggunaan atap joglo yang khas dengan bentuk melengkung serta ornamen yang rumit.
Struktur tata ruang keraton merupakan kesatuan yang dikenal sebagai Catur Gatra Tunggal, yang bermakna empat susunan (keraton, masjid, alun-alun, dan pasar). Keraton melambangkan pemerintahan, masjid melambangkan keagamaan, alun-alun melambangkan sosial, dan pasar sebagai lambang ekonomi. Catur Gatra Tunggal menjadi identitas Kota Yogyakarta. Keraton juga berfungsi sebagai pusat seni dan budaya Jawa, memamerkan benda seni, artefak sejarah, dan koleksi kerajaan, serta menjadi tempat pentas seni tradisional seperti tarian, gamelan, dan wayang.
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat didesain dengan arsitektur Jawa Klasik yang kental dengan kebudayaan, mencerminkan tradisi dan budaya Jawa. Arsitektur ini menggunakan atap joglo yang khas dengan bentuk melengkung serta ornamen yang rumit.
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tanggal 9 Oktober 1755, beberapa waktu setelah Perjanjian Giyanti tahun 1755. Perjanjian Giyanti memuat pembagian kekuasaan Mataram antara Pakubuwana III dan Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I). Selama proses pembangunan yang berlangsung sekitar satu tahun, Sultan beserta keluarganya tinggal di Pesanggrahan Ambarketawang. Pembangunan dan perpindahan ke keraton ditandai dengan surya sengkala Dwi Naga Rasa Tunggal, yang bermakna kesatuan kegotong-royongan, kesaktian, kewibawaan, kesucian raja atau pemimpin, dan diyakini sebagai tolak bala. Sultan mempertimbangkan kebutuhan pemerintah, sosial, ekonomi, dan keagamaan dalam pembangunannya, yang menghasilkan konsep Catur Gatra Tunggal.
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat berlokasi di Jalan Rotowijayan Blok No. 1 Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sumber: https://niagatour.com/keraton-ngayogyakarta-hadiningrat
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |