×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Seni Pertunjukan

Elemen Budaya

Seni Pertunjukan

Provinsi

Jawa Timur

Kidungan Ludruk Cak Durasim

Tanggal 24 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Kidungan adalah bentuk pantun yang dilagukan, digunakan oleh seniman ludruk legendaris Cak Durasim sebagai sarana perlawanan terhadap penjajah Jepang. Melalui kidungan, Cak Durasim mengobarkan semangat rakyat untuk menolak berkolaborasi dengan Jepang dan menyuarakan aspirasinya. Kidungan terkenalnya yang berbunyi "Pagupon omahe doro, melok Nipon tambah soro" menjadi simbol perlawanan yang mendalam.

Makna Kidungan "Pagupon omahe doro, melok Nipon tambah soro"

Kidungan ini memiliki makna tersembunyi yang sangat kontekstual pada masa penjajahan Jepang. Pilihan kata "pagupon" dan "doro" menunjukkan sasaran pesan Cak Durasim kepada masyarakat miskin di perkampungan Surabaya, yang memiliki tradisi adu doro (lomba balap burung merpati). Kata "doro" atau burung merpati menyimbolkan perdamaian, kesucian, kesetiaan, dan juga remaja. Kidungan ini mengajak rakyat untuk setia dalam memperjuangkan kemerdekaan dan tidak mudah dibodohi oleh janji-janji manis penjajah Jepang, yang pada kenyataannya jauh lebih kejam dibandingkan penjajah Belanda. Kidungan lengkapnya berbunyi: "Nisor penirop, dhuwur pagupon (dibawah terop, di atas pagupon) Pagupon iku omahe doro (pagupon itu kandangnya burung dara) Awak mlarat dijajah Nipon (diri miskin dijajah Nipon) Melok Nipon tambah Sengsoro (ikut Nipon tambah sengsara)".

Relevansi Masa Kini

Kidungan ini masih relevan hingga masa kini, tidak hanya dalam konteks penjajahan militer, tetapi juga penjajahan politik, ekonomi, mental, dan budaya. Misalnya, ketergantungan Indonesia pada produk pertanian impor dan produk ekonomi negara lain menunjukkan bahwa Indonesia masih terjajah secara politik dan ekonomi. Di sisi budaya, masih banyak masyarakat yang merasa rendah diri dengan budaya bangsa sendiri dan lebih menggandrungi budaya asing, bahkan sampai menganggap budaya sendiri usang atau sesat. Pesan kidungan ini mengingatkan untuk tidak mudah dibodohi dan tetap setia pada identitas bangsa.

Asal-Usul

Cak Durasim, seniman ludruk pencipta kidungan ini, lahir di Jombang.

Sumber: http://etnis.id/menggali-makna-kidungan-ludruk-cak-durasim

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Pakaian Tradisi...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Pakaian Tradisional

Pendahuluan Suku Melayu di Provinsi Riau dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar: Melayu Kepulauan, Melayu Pesisir, dan Melayu Daratan. Melayu Kepu...

Orang Tua Beris...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, di Sulawesi Selatan, seorang lelaki tua kaya raya yang baru ditinggal mati istrinya, tergoda dengan gadis muda. Dengan kekayaannya,...

Peci Peci Turi

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Permainan Tradisional

Deskripsi Peci Peci Turi adalah permainan tradisional yang dimainkan oleh anak-anak, umumnya perempuan, di daerah Indramayu. Jumlah Pemain Permain...

Sayanghara

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Permainan Tradisional

Deskripsi Sayanghara adalah jenis perlombaan yang menggunakan batang pinang atau bambu sebagai alat utama. Batang ini ditanam tegak di tanah dan dil...

Tunggul

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Senjata dan Alat Perang

Deskripsi Tunggul adalah sebuah tanda kebesaran yang digunakan oleh raja adat. Bentuknya berupa mata logam tajam yang memiliki gagang dari kayu. Pad...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...