|
|
|
|
|
|
Kisah Karomah Kiai Agung Raba Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Kiai Agung Raba, yang nama aslinya Kiai Abdurrahman, adalah seorang wali agung dari Madura Timur yang kemudian hijrah ke Pamekasan. Ia sangat masyhur dengan berbagai karomahnya, terutama setelah peristiwa kemarau panjang yang disusul hujan dan banjir selama 41 hari 41 malam di Pamekasan sekitar paruh pertama abad ke-17 Masehi. Karomah beliau menarik banyak orang untuk datang ke Raba, tempat Kiai Abdurrahman tinggal, baik untuk bertemu, meminta izin tinggal di dekatnya, maupun ingin menjadi santrinya. Meski banyak yang ingin menjadi santri, Kiai Abdurrahman merasa rendah hati dan mengakui bahwa ia bukanlah seorang alim di bidang agama yang bisa mengajar. Namun, kerendahan hati ini justru semakin menguatkan keinginan banyak orang untuk berguru kepadanya. Kiai Abdurrahman meminta waktu untuk mengambil keputusan, dan meminta calon santri membawa kitab-kitab yang mereka miliki untuk dipelajari lebih dulu. Kitab-kitab yang menumpuk membuat Kiai Abdurrahman semakin bingung karena merasa tidak mampu mengajar kitab klasik berbahasa Arab gundul. Dalam kebingungannya, beliau tertidur dan bermimpi didatangi Rasulullah SAW bersama Sayyidina Abubakar, Umar, Utsman, dan Ali. Dalam mimpi tersebut, Rasulullah memerintahkan Kiai Abdurrahman untuk membuka mulutnya, lalu meludahinya sebagai pemberian ilmu. Keempat sahabat juga melakukan hal yang sama. Setelah terbangun, Kiai Abdurrahman menyadari bahwa mimpi itu adalah isyarat dari Rasulullah agar ia memenuhi permintaan warga untuk mengajar. Pagi harinya, ia menceritakan mimpinya kepada para calon santri, yang merasa sangat senang mendengar kesediaan Kiai Abdurrahman. Sejak saat itu, Kiai Abdurrahman mampu mengajar kitab-kitab dengan lancar, jelas, fasih, dan mendalam. Pemahaman serta kemampuannya dalam memberikan pemahaman kepada santri sangat luar biasa, membuat namanya semakin masyhur dan santri-santri terus berdatangan dari berbagai penjuru. Kiai Abdurrahman kemudian dikenal dengan sebutan Kiai Raba atau Kiai Agung Raba, yang berarti kiai terbesar.
Kisah ini berasal dari Pamekasan, Madura, dan menceritakan tentang Kiai Agung Raba yang dikenal luas di wilayah Pamekasan-Sumenep.
Sumber: https://mamira.id/kisah-karomah-wali-di-pamekasan-diberkahi-ludah-rasulullah-saw-dan-empat-sahabat
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |