|
|
|
|
|
|
Kisah Keris Joko Piturun Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Kisah ini berpusat pada Keris Joko Piturun, pusaka sakti milik Panembahan Ronggosukowati, raja Pamekasan yang berkuasa antara 1530-1616 M. Keris ini diperoleh Panembahan Ronggosukowati dengan cara yang unik: tiga tamu asing datang secara berurutan dan masing-masing membawa bagian keris (gagang, warangka, dan bilah) yang ketika dirangkai ternyata sangat cocok dan membentuk sebuah keris indah. Panembahan menamai keris tersebut Joko Piturun, atau juga dikenal sebagai Si Joko Piturun dan Kiai Joko Piturun karena kesaktiannya. Salah satu kehebatan keris ini adalah kemampuannya menghidupkan dan mematikan. Diceritakan Panembahan pernah menguji keris ini pada seorang tahanan jahat. Dengan mengarahkan ujung keris, tahanan itu mati, dan kemudian hidup kembali setelah keris dihunus dan diarahkan lagi padanya. Kesaktian ini membuat Pamekasan kala itu aman dan tentram, serta menambah kewibawaan Panembahan Ronggosukowati yang dikenal arif, bijaksana, dan ksatria. Beliau juga dikenal tidak suka memperluas wilayah dengan merebut dan sering turun tangan mengatasi gangguan, seperti saat ia menghancurkan pasukan Bali yang menyerang Sumenep dan menuju Pamekasan. Konflik muncul saat sepupu Panembahan Ronggosukowati, yaitu Panembahan Lemah Duwur dari Madura Barat (pengganti Pragalba, raja Arosbaya), berkunjung ke Keraton Mandilaras di Pamekasan. Saat Lemah Duwur dan rombongannya menangkap ikan di rawa Se Ko’ol di area keraton dengan hanya mengenakan pakaian dalam, Panembahan Ronggosukowati mengutus menteri-menterinya untuk membantu. Namun, menteri Pamekasan terjun ke rawa dengan pakaian lengkap karena ketaatan mereka. Tindakan ini menyinggung Panembahan Lemah Duwur, yang kemudian pulang ke Arosbaya tanpa pamit. Mendengar hal itu, Panembahan Ronggosukowati marah dan menyusul Lemah Duwur hingga ke Sampang. Dari adiknya, Adipati Sampang, ia mengetahui bahwa Lemah Duwur sempat beristirahat di bawah sebuah pohon di Blega. Dalam kemarahannya, Panembahan Ronggosukowati menghunus Keris Joko Piturun dan menusukkannya ke pohon tersebut. Beberapa hari kemudian, kabar datang bahwa Panembahan Lemah Duwur wafat karena bisul besar yang muncul di bekas tusukan dalam mimpi, tepat pada hari Keris Joko Piturun ditusukkan ke pohon. Menyesali perbuatannya, Panembahan Ronggosukowati melemparkan Keris Joko Piturun ke rawa Se Ko’ol. Setelah itu, terdengar suara gaib yang mengatakan: “seandainya keris Joko Piturun tidak dibuang, sudah tentu Jawa dan Madura hanya selebar daun kelor”. Panembahan menyuruh prajuritnya mencari keris tersebut, tetapi tidak pernah ditemukan. Kejadian ini tercatat pada tahun 1592 Masehi. Kolam Se Ko’ol kini sudah tidak ada bekasnya, namun diperkirakan tidak jauh dari lokasi Keraton Mandilaras yang kini menjadi Pendopo Agung Ronggosukowati.
Sumber: https://mamira.id/kisah-joko-piturun-yang-tenggelam-di-kolam-keraton-mandilaras
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |