|
|
|
|
|
|
Kisah Syekh Jambu Karang Dan Asal Usul Nama Desa Karangjambu Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Syekh Jambu Karang, yang nama mudanya adalah Raden Mundingwangi, merupakan putra mahkota Raja Pajajaran I dari Jawa Barat. Seharusnya ia dinobatkan sebagai pengganti ayahnya, tetapi ia lebih memilih mengembara sehingga tahta diserahkan kepada adiknya, Raden Mundingsari. Raden Mundingwangi kemudian bertapa di Gunung Jambudipa di Kabupaten Banten dan setelah itu dikenal dengan nama Jambu Karang, sementara tempat pertapaannya menjadi Gunung Karang. Suatu ketika, saat bertapa, ia melihat tiga cahaya putih sangat tinggi di sebelah timur, yaitu di Gunung Panungkulan, Desa Grantung, Kecamatan Karangmoncol. Bersama 160 pengikutnya, ia menuju lokasi cahaya tersebut, melalui Karawang atau Jatisari Sungai Comal, dan beristirahat cukup lama di sana hingga ada petilasan bernama petilasan Geseng Gunung Cupu. Perjalanan dilanjutkan menelusuri Sungai Kuripan Gunung Kraton, ke selatan menuju Gunung Lawet Bojongsana, dan menelusuri Sungai Ideng, Kedung Budah, Kedung Manggis Penyindangan (sekarang Desa Rajawana), hingga sampai di Gunung Panungkulan. Di sana, Pangeran Jambu Karang bertemu dengan Syekh Maulana Maghribi yang juga memburu cahaya yang sama. Setelah beradu kepandaian, Pangeran Jambu Karang kalah dan masuk Islam, kemudian ditugaskan pergi ke Tanah Suci Mekah. Diyakini bahwa dalam perjalanan tersebut, ia melewati daerah Tegal, karena terdapat empat petilasan (makam) Syekh Jambu Karang di Tegal. Nama Desa Karangjambu di Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, konon berasal dari nama Syekh Jambu Karang.
Syekh Jambu Karang berasal dari Jawa Barat, dan makamnya banyak ditemukan berdampingan dengan makam Syekh Maulana Maghribi di daerah Tegal dan sekitarnya. Perjalanan Syekh Jambu Karang melintasi berbagai wilayah, termasuk Banten, Karawang, Jatisari Sungai Comal, dan Tegal. Di daerah Tegal sendiri terdapat 4 petilasan (makam) Syekh Jambu Karang.
Sumber: https://tegal.ayoindonesia.com/tegal-raya/pr-343857726/kisah-syekh-jambu-karang-putra-raja-pajajaran-di-tegal-dan-asal-usul-nama-desa-karangjambu
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |