|
|
|
|
|
|
Konflik Berdarah Di Atas Kapal Voc Kisah Terbunuhnya Pangeran Cakraningrat Iii Tanggal 27 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Kisah ini berawal dari peristiwa "perang" antara Madura Barat dan Pamekasan yang terjadi sekitar tahun 1717-1718. Saat itu, Madura Barat diperintah oleh Cakraningrat III, sedangkan Pamekasan dipimpin oleh Adikoro II, yang merupakan menantu Cakraningrat III. Suatu ketika, Adikoro II bertengkar dengan istrinya, putri Cakraningrat III, sehingga sang istri pulang ke Madura Barat tanpa pamit kepada Adikoro II. Cakraningrat III menerima putrinya kembali. Adikoro II yang murka menyusul ke Bangkalan (Madura Barat) untuk meminta istrinya kembali. Namun, Cakraningrat III menolak permintaan tersebut, membuat Adikoro II marah tetapi menahannya, lalu kembali ke Pamekasan. Sesampainya di Pamekasan, Adikoro II segera menyiapkan armada perang dengan tujuan membawa paksa istrinya dan berperang melawan Cakraningrat III.
Kisah ini berlatar belakang di Madura Barat dan Pamekasan, dengan asal-usul di kerajaan yang bercikal bakal pada Pangeran Demang Plakaran, pendiri Keraton Anyar Arosbaya.
Sumber: https://mamira.id/konflik-berdarah-di-atas-kapal-voc-kisah-terbunuhnya-pangeran-cakraningrat-iii
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |